DAMRI Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel Pertama di Indonesia, Emisi Gas Buang Turun hingga 60 Persen

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek percontohan (pilot project) konversi bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel.(foto. damri)

Proyek percontohan (pilot project) konversi bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel.(foto. damri)

JAKARTA – Perum DAMRI mengambil langkah strategis dalam mendorong transformasi transportasi ramah lingkungan dengan berpartisipasi dalam proyek percontohan (pilot project) konversi bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel (H2 DDF), yang menjadi yang pertama di Indonesia.

Inovasi ini resmi diluncurkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 21–23 Juli 2026.

Program tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi hidrogen di sektor transportasi nasional. Melalui sistem dual fuel, bus berbahan bakar diesel dimodifikasi agar dapat memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar pendamping, sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien sekaligus mampu menekan emisi gas buang secara signifikan.

Berdasarkan hasil uji emisi statis yang dilakukan PT SUCOFINDO (Persero), teknologi H2 DDF mampu mengurangi emisi karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan nitrogen oksida (NOx) hingga sekitar 60 persen dibandingkan penggunaan biosolar murni.

Direktur Teknik dan Fasilitas Perum DAMRI, Arifin, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“DAMRI terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendukung terwujudnya transportasi berkelanjutan. Keterlibatan kami dalam pilot project H2 DDF menjadi bukti nyata bahwa DAMRI siap berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi transportasi rendah emisi sekaligus mendukung penguatan ekosistem hidrogen di Indonesia,” ujar Arifin.

Menurutnya, teknologi hidrogen berpotensi menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung target dekarbonisasi sektor transportasi jalan di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi yang rendah emisi.

Proyek konversi bus H2 DDF ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian ESDM, Perum DAMRI, PT PLN (Persero), PT SUCOFINDO (Persero), dan PT Tritunggal Prakasa Global. Dalam proyek tersebut, DAMRI menyediakan unit bus yang digunakan untuk implementasi sekaligus pengujian teknologi konversi hidrogen.

Sementara itu, PT SUCOFINDO (Persero) bertindak sebagai lembaga independen yang melakukan verifikasi dan assurance terhadap aspek keselamatan, keandalan, serta kesesuaian teknis penerapan teknologi H2 DDF.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan setiap inovasi energi bersih dapat diterapkan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

“Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification and Consultation (TICC), SUCOFINDO berperan sebagai pihak independen yang memastikan implementasi teknologi H2 DDF pada Bus DAMRI memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis. Melalui verifikasi dan assurance yang kami lakukan, penerapan teknologi hidrogen dapat berlangsung secara aman, terukur, dan sesuai standar yang berlaku, sehingga mendukung pengembangan ekosistem hidrogen nasional yang kredibel dan berkelanjutan,” kata Sandry.

Keikutsertaan DAMRI dalam GHES 2026 juga menjadi ajang memperkenalkan inovasi transportasi hijau kepada masyarakat, pelaku industri, dan para pemangku kepentingan. Perusahaan berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat pemanfaatan hidrogen sebagai energi alternatif untuk transportasi publik di masa mendatang.

Komitmen DAMRI terhadap transportasi rendah emisi sebenarnya telah berjalan melalui pengoperasian 316 unit bus listrik pada layanan Transjakarta. Kehadiran bus berbasis teknologi Hydrogen–Diesel Dual Fuel menjadi langkah lanjutan untuk memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem hidrogen nasional.

Dengan memadukan armada bus listrik dan pengembangan teknologi hidrogen, DAMRI optimistis mampu menghadirkan sistem transportasi yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi DAMRI sebagai salah satu pelopor transformasi transportasi hijau di Indonesia dalam mendukung target net zero emission sektor transportasi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru