BULOG Perkuat Sinergi dengan Petani dan Nelayan di PENAS 2026, Serap 3,17 Juta Ton Beras

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dalam PENAS 2026 (dok. bulog)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dalam PENAS 2026 (dok. bulog)

GORONTALO – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional kembali ditegaskan dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Dalam ajang yang mempertemukan ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia itu, Perum BULOG menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada Sabtu (20/6/2026).

PENAS 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan sekaligus mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.

Dalam sambutannya, Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” kata Gibran.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa keikutsertaan BULOG dalam PENAS 2026 merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku sektor pangan.

“PENAS menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Perum BULOG tidak hanya hadir di hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan, tetapi juga terus memperkuat peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan petani memperoleh kepastian harga yang menguntungkan, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan,” lanjutnya.

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, PENAS 2026 menjadi momentum bagi BULOG untuk menunjukkan berbagai upaya konkret yang telah dilakukan dalam mendukung agenda besar pemerintah di sektor pangan.

Salah satu langkah strategis yang terus dijalankan adalah penyerapan gabah kering panen (GKP) petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Hingga 20 Juni 2026, BULOG telah menyerap 3,17 juta ton setara beras dari petani dalam negeri atau sekitar 80 persen dari target penyerapan tahun ini yang mencapai 4 juta ton.

Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan bagi petani karena menjamin harga jual hasil panen sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, BULOG memastikan proses penyerapan gabah dan beras berjalan transparan, cepat, dan sesuai aturan. Program ini juga melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri di berbagai wilayah untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal.

Melalui PENAS XVII Tahun 2026, BULOG berharap sinergi antara petani, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pangan semakin kuat sehingga target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru