JAKARTA -Layar panjang melintasi Samudra Atlantik akhirnya membawa kapal riset kebanggaan Indonesia merapat di Afrika. KRI Canopus-936, alutsista terbaru TNI Angkatan Laut hasil kolaborasi Indonesia dan Jerman, menambatkan tali di dermaga Lagos, Nigeria, pada Rabu pagi, 1 April 2026.
Kapal yang memiliki fungsi utama untuk survei dan pemetaan hidro-oseanografi tersebut berhasil menuntaskan pelayaran Etape II setelah bertolak dari Las Palmas, Spanyol, pada 23 Maret 2026. Dalam waktu delapan hari, KRI Canopus-936 menempuh jarak sejauh 2.481 nautical mile melintasi Samudra Atlantik Utara.
Kedatangan kapal ini disambut secara resmi oleh Angkatan Laut Nigeria melalui upacara penyambutan yang turut dihadiri Atase Pertahanan RI di Abuja, Kolonel Cke Aslam Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, prajurit KRI Canopus-936 juga menggelar kegiatan ship tour bagi para perwira Angkatan Laut Nigeria untuk memperkenalkan teknologi dan kemampuan kapal.
Komandan KRI Canopus-936, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., menyampaikan bahwa selama tiga hari sandar di Lagos, kapal akan difokuskan pada pemantapan kesiapan operasional. “Selama sandar, kami melaksanakan pengecekan teknis pada sistem permesinan, pesawat, sensor, serta persenjataan, termasuk pengisian bahan bakar dan air tawar,” ujarnya.
Sesuai rencana, KRI Canopus-936 akan kembali melanjutkan pelayaran pada Sabtu, 4 April 2026, memasuki Etape III menuju Cape Town, Afrika Selatan.
Kehadiran KRI Canopus-936 di berbagai negara tidak hanya menjadi bagian dari misi pelayaran, tetapi juga membawa peran diplomasi maritim Indonesia. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam memperkuat hubungan internasional sekaligus menciptakan stabilitas kawasan melalui kehadiran alutsista TNI AL di panggung global.
Penulis : lazir
Editor : ameri






