JAKARTA — Lonjakan arus balik Lebaran 1447 H/2026 mulai terasa di sejumlah jalur utama. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang kembali ke ibu kota, DAMRI memastikan layanan transportasi tetap tersedia dan terjaga, khususnya untuk koridor Malang dan Surabaya menuju Jakarta.
Seiring tingginya permintaan, DAMRI mengoptimalkan operasional pada rute-rute favorit, termasuk Malang–Jakarta dan Surabaya–Jakarta. Masyarakat masih dapat memanfaatkan layanan dengan tarif kompetitif mulai dari Rp280.000, dengan pilihan titik kedatangan strategis seperti Stasiun DAMRI Kemayoran, Terminal Terpadu Pulo Gebang, Stasiun DAMRI Cawang, hingga Stasiun DAMRI Ciputat.
Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menegaskan kesiapan perusahaan dalam menghadapi puncak arus balik yang kian terkonsentrasi di sejumlah jalur utama.
“Pergerakan arus balik mulai terkonsentrasi pada sejumlah rute utama, termasuk dari Malang dan Surabaya menuju Jakarta. Kami memastikan ketersediaan layanan tetap terjaga serta melakukan penyesuaian operasional secara dinamis agar perjalanan pelanggan tetap aman dan lancar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Tak hanya fokus pada ketersediaan tiket, DAMRI juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi operasional di lapangan, termasuk di koridor Trans Jawa yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi hambatan perjalanan yang kerap terjadi pada puncak arus balik.
“Layanan ini melintasi titik naik dan turun yang strategis di wilayah Jabodetabek, sehingga perjalanan lebih efisien dengan minim pemberhentian, cocok bagi masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta dengan lebih cepat dan nyaman,” lanjutnya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan secara matang, termasuk memesan tiket lebih awal melalui DAMRI Apps, situs resmi damri.co.id, maupun kanal resmi lainnya guna menghindari kehabisan tiket di saat permintaan melonjak.
Seiring meningkatnya arus balik secara nasional, DAMRI menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapan operasional. Upaya ini dilakukan demi memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar, dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan sebagai prioritas utama.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana






