Sultan Najamudin: Industri Film Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan B. Najamudindalam pada pembukaan JAFF Market di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (29-11-2025). (dok. rentak.id)

Sultan B. Najamudindalam pada pembukaan JAFF Market di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (29-11-2025). (dok. rentak.id)

JAKARTA  – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa industri film memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia. Karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang dinilai mampu menumbuhkan industri film sebagai kekuatan baru dalam ekonomi kreatif global.

“JAFF merupakan salah satu industri perfilman terbesar di Indonesia. Jika industri film kita maju, tentu daerah sekitarnya juga akan turut berkembang sektor ekonominya,” ujar Sultan dalam sambutannya pada pembukaan JAFF Market di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (29/11/2025).

Pembukaan market film bergengsi tersebut turut dihadiri Ahmad Syauqi Soeratno, Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta; Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno; serta Ahmad Mahendra, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kementerian Kebudayaan.

Sultan menjelaskan bahwa produksi karya film memberikan dampak besar bagi masa depan daerah, karena Indonesia memiliki modal budaya dan alam yang luar biasa. “Indonesia memiliki banyak spot indah dan talenta yang luar biasa. Setiap karya, narasi, dan gambar yang ditangkap kamera pada akhirnya dapat memperkuat ekonomi serta kreativitas di tingkat lokal,” tuturnya.

Sebagai pimpinan DPD RI, Sultan menyatakan komitmennya untuk berdialog lebih intens dengan para pelaku industri film, khususnya terkait kebutuhan regulasi yang dapat mendukung ekosistem perfilman nasional. “Saya akan diskusi dengan teman-teman industri film: apa yang dibutuhkan dari regulasi, ada masalah apa di daerah atau pusat, dan bagaimana kita bisa berkolaborasi,” ujarnya.

Ia juga mendorong sineas muda dan para content creator untuk terus berkarya. Menurutnya, keberanian berkarya adalah fondasi awal bagi perkembangan dunia film Indonesia. Dalam satu hingga dua dekade ke depan, kata Sultan, industri kreatif akan menjadi pilar penting bagi masa depan perekonomian nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Karhutla Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, DPR Desak Pemerintah Berbenah
ATR/BPN Cegah Kerugian Rp23,3 Triliun, Ribuan Kasus Tanah Masih Menggantung
Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia
Beras SPHP Punya Kemasan Baru, BULOG Perkenalkan Beras Kita Medium
Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot
Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Karhutla Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, DPR Desak Pemerintah Berbenah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:44 WIB

ATR/BPN Cegah Kerugian Rp23,3 Triliun, Ribuan Kasus Tanah Masih Menggantung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Beras SPHP Punya Kemasan Baru, BULOG Perkenalkan Beras Kita Medium

Berita Terbaru