Gandeng Pegadaian dan Lapas, BULOG Pastikan Distribusi Beras SPHP Tepat Sasaran

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani sedang mengecekkualitas beras. (dok. rentak.id)

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani sedang mengecekkualitas beras. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Perum BULOG terus memperkuat upaya stabilisasi pasokan dan harga beras bagi masyarakat. Hingga 10 November 2025, BULOG telah menyalurkan lebih dari 603 ribu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun berjalan.

Penyaluran dilakukan melalui tujuh jalur resmi, yakni pengecer pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah seperti TNI/Polri, Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, serta ritel modern. Pendekatan kolaborasi pentahelix ini disebut efektif mempercepat distribusi dari gudang ke masyarakat.

Salah satu langkah terbaru adalah kolaborasi BULOG dengan PT Pegadaian untuk mendukung operasi pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam program tersebut, Pegadaian menyediakan kupon stimulus senilai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu yang dapat digunakan untuk membeli beras, gula, maupun minyak goreng dengan harga terjangkau. Penerima kupon juga otomatis tercatat sebagai nasabah baru Pegadaian. Program ini telah berjalan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta akan diperluas ke daerah lain.

Selain itu, BULOG juga sedang menyiapkan kerja sama strategis dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia untuk optimalisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). INKOPASINDO (Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia) akan berperan sebagai outlet resmi dalam pendistribusian SPHP di lingkungan Lapas.

Di sisi lain, BULOG menegaskan bahwa kualitas beras tidak diabaikan meski penyaluran berlangsung masif. Perawatan stok dilakukan secara ketat sejak beras masuk gudang hingga proses penyaluran, melalui pemeriksaan rutin harian hingga semesteran, serta tindakan seperti sanitasi, spraying, dan fumigasi bila terdeteksi potensi gangguan mutu.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa BULOG melakukan upaya ekstra dalam menjaga kualitas stok nasional.

“Dengan penyerapan produksi dalam negeri yang telah menembus lebih dari 3 juta ton, BULOG melakukan berbagai langkah penjaminan kualitas sebelum stok disalurkan. Kami pastikan beras yang diterima masyarakat adalah beras layak konsumsi dan sehat,” ujar Ahmad Rizal, Seasa (11/1/2025)

Jika ditemukan tanda penurunan mutu, BULOG segera melakukan pemisahan, pengolahan ulang, atau pemilahan menggunakan mesin modern. Sistem pergudangan juga menerapkan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired, First Out) untuk memastikan sirkulasi stok tetap optimal.

Ke depan, BULOG berencana menerapkan metode penyimpanan Cocoon pada 2026, yakni teknologi sungkup plastik kedap udara yang mengontrol kadar gas dan menghambat perkembangan hama tanpa penggunaan pestisida kimia.

“Prinsip kami jelas: negara harus memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. BULOG menjaga kualitas beras dengan pemeliharaan ketat, menjaga nama baik negara, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” tegas Ahmad Rizal.

Dengan pengawasan mutu yang ketat, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan pemerintah, BULOG memastikan stok beras nasional tetap aman, terjaga kualitasnya, dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pangan Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Berita Terbaru