Wamendes Ariza: Santri adalah Cahaya yang Menyiapkan Masa Depan Desa dan Bangsa

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendes Ariza dalam acara Hari Santri 2025 Santri untuk Negeri. (foto. kemendes)

Wamendes Ariza dalam acara Hari Santri 2025 Santri untuk Negeri. (foto. kemendes)

TEGAL – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menghadiri Peringatan Hari Santri 2025 yang digelar Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, Rabu (5/11/2025) petang.

Dalam sesi motivasi kepada para santri, Ariza menegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan ulama serta santri yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan bangsa.

“Hari Santri adalah momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan para ulama dan santri yang telah menorehkan sejarah besar bagi kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Menurut Ariza, santri memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa. Santri bukan hanya penjaga akhlak, tetapi juga penjaga negeri; bukan hanya penghafal ayat, tetapi penggerak amal serta penjaga nilai-nilai Qur’ani dalam masyarakat.

“Santri adalah simbol kesederhanaan yang melahirkan ketangguhan, ketaatan yang menumbuhkan keberanian, dan keikhlasan yang menumbuhkan kekuatan spiritual,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hafalan Al-Qur’an bukan sekadar pengetahuan yang diingat oleh lisan, melainkan harus menjadi pedoman hidup. “Satu ayat yang diamalkan nilainya lebih besar daripada seribu ayat yang hanya dihafal,” tegasnya.

Wamendes Ariza juga mengingatkan bahwa santri kelak akan menjadi penerang bagi kampung halaman, negeri, bahkan dunia. Karena itu, ia mengajak santri untuk tidak ragu bercita-cita besar dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

“Negara ini membutuhkan santri bukan hanya di masjid, tetapi juga di pasar; bukan hanya di pesantren, tetapi juga di pemerintahan; bukan hanya di mimbar, tetapi juga di lapangan pengabdian,” kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ariza mengajak santri untuk membangun desa dengan semangat keikhlasan, gotong royong, dan akhlak mulia. Ia menegaskan bahwa jika nilai pesantren dihidupkan dalam pembangunan desa, maka Indonesia akan tumbuh sebagai negeri yang makmur dan berkeadilan.

Selain itu, ia turut mendorong santri untuk memperbanyak keterampilan, termasuk kemampuan bahasa dan kompetensi global, sebagai bagian dari jihad intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Berita Terbaru