Menko AHY Tekankan Infrastruktur Resilien dan Berkelanjutan Hadapi Risiko Bencana

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko AHY saat menjadi pembicara kunci dalam The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas. (dok. rentak.id)

Menko AHY saat menjadi pembicara kunci dalam The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas. (dok. rentak.id)

PADANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur Indonesia yang tangguh (resilient) dan berkelanjutan (sustainable) dalam menghadapi risiko bencana alam dan krisis iklim.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas (Unand), Padang, Selasa (30/9/2025).

“Indonesia dikaruniai begitu banyak kemuliaan dari Allah SWT, tetapi kita juga berada di ring of fire. Artinya, ada kerentanan, ada hal-hal serius yang harus kita antisipasi bersama. Oleh karena itu, building a resilient and sustainable Indonesia harus menjadi spirit pembangunan bangsa ke depan,” kata Menko AHY.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

“Kesiapsiagaan itu penting, harus didrill, harus disimulasikan, sambil kita juga selalu punya langkah-langkah mitigasi atau pencegahan yang tepat sasaran, dengan teknologi early detection dan early warning system. Pada akhirnya, kalaupun masih ada yang terdampak bencana, maka recovery-nya harus cepat dan dibangun kembali lebih baik,” jelasnya dalam sesi doorstop.

Terkait kesiapan Universitas Andalas sebagai titik evakuasi darurat, Menko AHY menyatakan dukungan penuh. Salah satu aspek penting dalam mitigasi bencana, menurutnya, adalah penyediaan cadangan logistik terutama di daerah rawan, seperti Kepulauan Mentawai.

“Mentawai harus memiliki stockpile logistics yang diamankan dan dipelihara setiap saat. Kenapa? Karena setiap saat bisa terjadi bencana, dan kita harus siap dari sekarang. Unand sudah menyiapkan ratusan hektare untuk evakuasi akhir, dan ini harus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, AHY juga menyoroti penegakan tata ruang kota dan rehabilitasi pascabencana.

“Build back better. Ketika infrastruktur hancur, itu bisa menjadi peluang untuk membangun kembali dengan teknologi dan pendekatan yang lebih cerdas dan ramah lingkungan. Mulai dari pengolahan sampah, pembangunan jembatan, jalan, hingga sanitasi air bersih harus menjadi prioritas dalam rehabilitasi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Menko AHY menekankan bahwa arah pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan tidak hanya harus kuat, tetapi juga ramah lingkungan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Hadir dalam konferensi tersebut Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE., MPPM., Akt., CA., CRGP., Ph.D; mantan Rektor Unand 2006–2011 sekaligus Mendikbud RI 2011–2014, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S; serta jajaran pimpinan Unand lainnya. Turut hadir pula Anggota Komisi V DPR RI, H. Zigo Rolanda, S.E., M.M.

Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan dalam acara tersebut.

 

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru