Sektor Kapal Pesiar Jadi Peluang Besar bagi Pekerja Migran Indonesia

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen P2MI Christina Aryani, mengunjungi kapal pesiar mewah Oceania Insignia milik Norwegian Cruise Line yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. (dok. kemenp2mi)

Wamen P2MI Christina Aryani, mengunjungi kapal pesiar mewah Oceania Insignia milik Norwegian Cruise Line yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. (dok. kemenp2mi)

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mengunjungi kapal pesiar mewah Oceania Insignia milik Norwegian Cruise Line yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (26/4/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu langsung dengan 70 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kapal yang membawa 670 wisatawan asing tersebut.

Sebagian besar pekerja migran asal Indonesia di Oceania Insignia bertugas di bagian kebersihan, dapur, dan bar. Christina menyempatkan berbincang dengan beberapa perwakilan mereka, mendengarkan pengalaman kerja mereka di industri kapal pesiar.

“Kita melihat sektor hospitality dan kapal pesiar ini memiliki potensi besar sebagai peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia. Ini sektor yang harus kita seriusi bersama,” ujar Christina di hadapan para awak kapal.

Christina menekankan, dengan sumber daya manusia yang kompeten dan antusiasme generasi muda, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan penempatan pekerja di sektor hospitality internasional, termasuk industri kapal pesiar.

“Selain menawarkan gaji yang kompetitif, sektor ini juga menyediakan jenjang karier yang jelas serta skema perlindungan kerja yang memadai,” katanya.

Lebih lanjut, Wamen P2MI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih jalur kerja ke luar negeri. Ia menegaskan pentingnya mengikuti prosedur resmi agar terhindar dari risiko penipuan dan permasalahan hukum di negara tujuan.

“Calon pekerja migran wajib mengakses informasi lowongan kerja resmi melalui kanal yang telah disediakan pemerintah, seperti melalui laman SISKOP2MI atau datang langsung ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di Bali,” jelas Christina.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar tanpa proses resmi.

“Kita ingin membuka lebih banyak peluang karier prosedural di luar negeri untuk anak-anak muda kita. Jangan mudah tergoda oleh tawaran kerja instan tanpa prosedur yang benar, karena itu berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkas Christina Aryani.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru