RENTAK.ID – Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kudus, menyebabkan dampak signifikan bagi ribuan keluarga dan puluhan ribu jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 6.000 Kepala Keluarga (KK) atau 30.000 jiwa terdampak oleh bencana ini.
Meskipun banjir melanda, tidak ada laporan mengenai warga yang mengungsi. “Meskipun banjir terjadi, warga tidak sampai mengungsi,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI pada Sabtu (8/2/2025).
BPBD Kudus bergerak cepat memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi.
Selain itu, mereka juga aktif mengevakuasi pohon tumbang yang terjadi di berbagai lokasi, termasuk di Desa Prambatan Lor, Jalan Kudus-Pati, Jalan Dau, Jalan Megawon, Jalan Jurang, dan Desa Golan Tepus.
Menanggapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di Kudus pada tanggal 8 dan 9 Februari, BPBD Kudus telah melakukan langkah-langkah antisipasi.
Mereka telah menginformasikan potensi cuaca ekstrem ini kepada masyarakat melalui media sosial dan Pusat Pengendalian Bencana.
Ahmad Munaji mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di Kudus.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan banjir dan dampaknya berjalan dengan baik.
Situasi banjir di Kudus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Upaya penanggulangan dan pemulihan terus dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: RRI.co.id













