57,1 Juta Pelanggan Dilayani, LRT Jabodebek Tunjukkan Pertumbuhan Konsisten Sejak Awal Operasi

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia  (Persero) atau KAI mencatat kinerja pertumbuhan yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, LRT Jabodebek telah melayani 57.149.924 pelanggan, mencerminkan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang.

Pada Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 2.714.594 pelanggan, meningkat signifikan dibandingkan 2.146.859 pelanggan pada Januari 2025 dan 1.200.399 pelanggan pada Januari 2024. Tren ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.

Secara tahunan, akselerasi pertumbuhan juga terlihat jelas. Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.

Distribusi pergerakan pelanggan pada stasiun-stasiun utama menunjukkan kontribusi LRT Jabodebek dalam membentuk keterhubungan kawasan. Stasiun Dukuh Atas mencatat 17.548.139 gate in dan gate out, menjadikannya simpul pergerakan tertinggi. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik sekaligus berada di jantung kawasan perkantoran dan pusat bisnis.

Stasiun Harjamukti melayani 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur. Konektivitas langsung menuju pusat aktivitas mendorong pergeseran pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel.

Sementara itu, Stasiun Kuningan mencatat 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Pergerakan tinggi di stasiun ini menegaskan peran LRT Jabodebek dalam menopang aktivitas ekonomi formal yang menuntut kepastian waktu tempuh. Stasiun Cikoko melayani 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, sedangkan Stasiun Pancoran dengan 7.347.741 gate in dan gate out memperkuat keterkaitan kawasan hunian dan pusat kegiatan.

Kinerja LRT Jabodebek tersebut sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi. Transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting dalam menjaga keterhubungan kawasan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta mendukung pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini dalam mendukung pengembangan kawasan dan agenda pembangunan nasional.

“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anne.

Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan semakin berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda. Dengan tren pertumbuhan yang terjaga sejak awal operasi, LRT Jabodebek menjadi bagian penting dari transformasi transportasi publik nasional menuju sistem yang lebih terhubung, adaptif, dan berkelanjutan.(***)

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

DAMRI Buka Rute Baru Tanjung Lesung-Bandara Soekarno-Hatta, Tarif Mulai Rp50 Ribu
Tarif Transjakarta Naik 2027, Akademisi Minta Rute ke Perumahan Diperbanyak
Sebelum Ujian SIM, Pengemudi Dinilai Perlu Wajib Ikut Sekolah Mengemudi
KEMON Hadir di Kemayoran, Shuttle Bus Gratis Layani Dua Rute
Ganjil-Genap Jakarta Hampir 10 Tahun, Kini Dinilai Mulai Jenuh: ERP Jadi Opsi Baru
Hari Bakti ATC 2026, AirNav Indonesia: Mengenang Pengabdian, Melanjutkan Dedikasi
Masinis Jadi Tersangka, DPR Soroti Temuan KNKT soal Kecelakaan Kereta Bekasi
DAMRI Sabet Penghargaan Keselamatan Terbaik DKI Jakarta 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:47 WIB

DAMRI Buka Rute Baru Tanjung Lesung-Bandara Soekarno-Hatta, Tarif Mulai Rp50 Ribu

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Tarif Transjakarta Naik 2027, Akademisi Minta Rute ke Perumahan Diperbanyak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Sebelum Ujian SIM, Pengemudi Dinilai Perlu Wajib Ikut Sekolah Mengemudi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KEMON Hadir di Kemayoran, Shuttle Bus Gratis Layani Dua Rute

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Ganjil-Genap Jakarta Hampir 10 Tahun, Kini Dinilai Mulai Jenuh: ERP Jadi Opsi Baru

Berita Terbaru