Tindak Tegas Pelanggar ODOL, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Kendaraan Berat

- Penulis

Senin, 27 Januari 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, menyoroti pelanggaran kendaraan logistik over dimension over loading (ODOL) yang masih marak terjadi di jalan tol. Ia menegaskan, tindakan tegas harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya selama libur panjang 25–29 Januari 2025.

“Masalah ODOL ini sangat serius. Kendaraan yang melanggar harus ditindak tegas karena membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama saat volume kendaraan meningkat seperti sekarang,” ujar Sudjatmiko, Selasa (28/1/2025).

Sudjatmiko menjelaskan bahwa kendaraan ODOL tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. “Kita sudah sering melihat bagaimana jalan tol dan jalan arteri menjadi rusak akibat truk-truk ODOL. Selain itu, risiko kecelakaan juga meningkat, apalagi saat libur panjang seperti ini,” tambahnya.

Menurut data yang ia sampaikan, beberapa jalur utama seperti tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, jalur Pantura, dan jalur Selatan mengalami lonjakan arus kendaraan yang signifikan selama liburan kali ini.

“Kepadatan ini membutuhkan manajemen lalu lintas yang lebih baik. Truk berat harus diatur dan diawasi secara ketat agar tidak memperparah situasi,” tegasnya.

Ia juga mendorong sinergi antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan operator jalan tol untuk memperketat pengawasan terhadap pelanggaran ODOL. “Kami di Komisi V terus mengawal regulasi zero ODOL agar segera diterapkan. Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi tentang keselamatan masyarakat,” kata Sudjatmiko.

Sudjatmiko meminta pihak terkait, seperti kepolisian, dinas perhubungan, dan operator jalan tol, untuk memberikan sanksi berat kepada pelanggar. “Jangan ragu untuk memberikan tilang dan denda kepada pelanggar ODOL. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi menyangkut keselamatan banyak orang,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transportasi umum selama libur panjang guna mengurangi kepadatan di jalan raya. “Kesadaran masyarakat juga penting. Kalau kita sama-sama mendukung kebijakan ini, lalu lintas bisa lebih aman dan nyaman,” tutupnya.

Berdasarkan data PT Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek selama libur panjang kali ini mencapai 1.559.680 unit, atau naik 10,9 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Lonjakan ini semakin memperkuat urgensi pengawasan terhadap kendaraan ODOL dan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik. (***)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Berita Terbaru