
Nasional | Minggu, 13 Juli 2025 - 11:19 WIB
Pemerhati transportasi Muhammad Akbar menyoroti fenomena ini dengan nada prihatin namun penuh empati. “Odong-odong itu hadir karena ada kekosongan. Di banyak tempat, rekreasi murah dan transportasi yang ramah keluarga sangat terbatas. Jadi, masyarakat akhirnya mencari alternatif, dan odong-odong mengisi ruang itu,” ujarnya kepada Rentak.id, Minggu, (13/7/2025).

Ragam | Jumat, 6 Oktober 2023 - 07:51 WIB
RENTAK.ID – Cukup banyak anak-anak yang terkena pelaku tidak pidana. Untuk itu, anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana tetap berhak mendapatkan…