RENTAK.ID – Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, kembali melakukan pengambilan sampel DNA dari dua keluarga korban kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat, guna mempercepat proses identifikasi jenazah.
Kabid Yandokpol RS Polri, Kombes Hery Wijatmoko, mengonfirmasi bahwa pihaknya meminta dua hingga tiga sampel dari masing-masing keluarga korban.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kecocokan data DNA dengan temuan jenazah yang masih dalam proses identifikasi.
“Ada tambahan permintaan sampel dari dua keluarga korban. Kami perlu memastikan hasil identifikasi berjalan akurat, sehingga jumlah sampel yang kami proses akan bertambah,” ujar Hery saat dihubungi, Senin.
Proses Identifikasi Masih Berlanjut
Saat ini, RS Polri telah menerima total 16 kantong jenazah dari lokasi kebakaran. Dari jumlah tersebut, dua kantong di antaranya tidak berisi potongan tubuh manusia.
“Kami terus menyesuaikan sampel DNA dengan temuan body part. Setiap potongan tubuh yang kami terima harus diperiksa secara cermat agar bisa terhubung dengan keluarga korban yang melaporkan kehilangan,” jelas Hery.
Sebelumnya, pihak forensik telah mengumpulkan 34 sampel DNA dari 12 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban. Sementara itu, sampel ante mortem dari keluarga korban yang telah melapor mencapai 21 sampel.
Korban yang Sudah Teridentifikasi
Dari total 14 korban yang dilaporkan hilang akibat kebakaran tersebut, RS Polri telah mengonfirmasi identitas enam korban melalui pemeriksaan DNA dan data medis. Berikut daftar korban yang telah teridentifikasi:
1. Zukhi F Rahdja (42 tahun, laki-laki) – teridentifikasi melalui DNA
2. Aulia Belinda (28 tahun, perempuan) – teridentifikasi melalui DNA dan medis
3. Osima Yukari (29 tahun, perempuan) – teridentifikasi melalui DNA
4. Desty Eka Putri S (24 tahun, perempuan) – teridentifikasi melalui DNA
5. Keren Shallom Jeremiah (21 tahun, perempuan) – teridentifikasi melalui DNA
6. Ade Aryanti (30 tahun, perempuan) – teridentifikasi melalui DNA
Menunggu Hasil Selanjutnya
Dengan bertambahnya sampel DNA dari keluarga korban, tim forensik masih menunggu analisis laboratorium untuk memastikan identitas korban lainnya.
Hery menegaskan bahwa proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Kami masih menunggu data terbaru dari laboratorium forensik. Semua proses dilakukan seakurat mungkin demi memastikan setiap jenazah kembali ke keluarganya,” tutupnya.
Kebakaran hebat yang terjadi di Glodok Plaza pada Rabu (15/1) telah menyebabkan kerugian besar dan kehilangan nyawa.
Pihak berwenang terus berupaya mengidentifikasi korban serta memberikan kepastian bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Antaranews.com






