Perubahan Iklim dan Polusi Tuntut Politik Hijau

- Penulis

Minggu, 3 September 2023 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahawan Karuniasa, pakar lingkungan Universitas Indonesia

Mahawan Karuniasa, pakar lingkungan Universitas Indonesia

RENTAK.ID – Dampak perubahan iklim maupun polusi udara yang semakin serius menuntut keberpihakan politik pada upaya mitigasi gas rumah kaca terutama dari sektor energi, antara lain dengan dukungan penuh pada pembangunan energi baru dan terbarukan di seluruh Indonesia.

Hal ini diungkapkan Mahawan Karuniasa, pakar lingkungan Universitas Indonesia sekaligus Founder/CEO Environment Institute
(ENVIRO) yang hadir secara online pada Seminar Nasional tentang Politik Perubahan Iklim dan Energi Terbarukan di UIN Syahada Padang Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (3/9/2023).

Hadir Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, yang menyampaikan Pembangunan PLTA di Batang Toru akan menghasilkan energi bersih serta turut menjaga ekosistem hutan di sekitarnya karena juga membutuhkan air untuk operasinya.

Narasumber lain, Paul Butarbutar, Direktur Eksekutif Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) menggarisbawahi perlunya dukungan masyarakat pada pengembangan energi bersih.

“Selain itu konservasi satwa dilindungi seperti Orangutan dan lainnya tentunya dapat dilakukan bersamaan dengan pembangunan energi bersih,” katanya.

Melansir dari Peta Jalan Nationally Determined Contribution NDC Indonesia, Mahawan Karuniasa yang juga Ketua Umum Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia Network) memberikan catatan bahwa transisi energi Indonesia membutuhkan sekitar 3.500 triliun rupiah, artinyatidak mungkin terwujud tanpa dukungan politik.

“Politik Hijau menjadi syarat mutlak Indonesia yang menggadang visi berdaulat, maju, dan berkelanjutan di tahun 2045”, demikian ungkapnya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru