Mendikdasmen: Ramadan Saatnya Siswa Jadi Pembelajar Hebat, Belajar Bisa di Mana Saja!

- Penulis

Minggu, 2 Maret 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar belajar di bulan suci Ramadhan (ilustrasi.chatgpt)

Pelajar belajar di bulan suci Ramadhan (ilustrasi.chatgpt)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membuka awal Ramadan 1446 Hijriah dengan pesan inspiratif kepada ribuan siswa di seluruh Indonesia.

Dalam acara “Pak Menteri Menyapa! Pelajar Indonesia Hebat” yang bertema “Pembelajaran di Bulan Ramadan”, ia menekankan pentingnya ibadah intelektual sebagai bagian dari perjalanan pendidikan.

“Ramadan ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah intelektual. Menuntut ilmu sejatinya adalah ibadah, dan di bulan penuh berkah ini, kita memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dan mengasah kemampuan,” ujar Mu’ti dalam acara yang berlangsung secara daring dan disiarkan langsung melalui YouTube Pelajar Merah Putih, Sabtu (1/3/2025).

Menteri Mu’ti juga mengajak para siswa untuk tetap aktif belajar meskipun tidak berada di sekolah. Ia menekankan bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, termasuk di rumah ibadah atau melalui kegiatan sosial di masyarakat.

“Semangat belajar harus tetap terjaga meskipun kita menjalankan ibadah puasa. Dengan semangat ini, kita akan membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa sesuai surat edaran yang telah dirilis, pembelajaran di rumah telah dimulai sejak 27 Februari dan akan berakhir pada 6 Maret 2025. Selanjutnya, menjelang Idul Fitri, pembelajaran di rumah kembali berlangsung mulai 26 Maret 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan media massa sebagai sarana belajar. “Banyak ilmu yang bisa kita serap dari lingkungan sekitar, termasuk dari tayangan kuliah tujuh menit (kultum) yang bisa menjadi inspirasi dalam menjalankan Ramadan dengan lebih bermakna,” tambahnya.

Acara ini mendapat sambutan hangat dari para siswa yang antusias mengajukan pertanyaan. Alvina Rahma Aulia, siswi SMP Negeri 1 Ngluwar, Magelang, bertanya tentang upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

Veronica Dalbergia Ramandei dari Sekolah Advent Waropen, Papua, menanyakan strategi Kemendikdasmen dalam memajukan pendidikan di Indonesia Timur. Sementara itu, Ragil Andi Firmansyah, siswa SMA 84 Jakarta, meminta tips untuk mempertahankan fokus belajar selama menjalankan ibadah puasa.

Menteri Mu’ti menjawab setiap pertanyaan dengan penuh kesabaran. Ia menekankan bahwa teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan literasi dan numerasi.

“Kami ingin membekali siswa dengan kemampuan coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Untuk kemajuan pendidikan, Kemendikdasmen terus mengembangkan berbagai program dalam visi besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Ia berharap seluruh ekosistem pendidikan dapat berperan aktif dalam implementasi kebijakan pendidikan agar berjalan optimal di lapangan.

Terkait tips menjaga fokus selama puasa, ia menyarankan agar siswa tetap menjaga pola makan sehat, tidur cukup, banyak minum air putih, dan rutin berolahraga ringan.

Sebagai penutup, Menteri Mu’ti mengajak seluruh siswa untuk mengambil hikmah dari setiap pembelajaran. “Mari kita lakukan pembelajaran yang bermakna, baik di rumah maupun di masyarakat. Lakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan jadilah generasi yang bermartabat serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti; Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto; Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin; Direktur Sekolah Menengah Atas, Winner Jihad Akbar; Direktur Sekolah Menengah Pertama, Maulani Mega Hapsari; serta Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto.  ***

 

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru