JAKARTA – Operasi pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-14. Tim SAR Gabungan masih mengintensifkan penyelaman di badan kapal serta pencarian korban dengan mengerahkan unsur laut, udara, dan penyelam dari berbagai instansi.
Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar.
Ketiga kapal tersebut bergabung dengan KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta sejumlah unsur laut lainnya untuk memperkuat operasi.
Fokus pencarian hari ini meliputi penyelaman di badan KMP Virgo Transport 8, pencarian dan evakuasi korban, serta pemutakhiran data secara terintegrasi.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, mengatakan KN Kunyit telah berada di area operasi dan ditempatkan sebagai unsur pendukung di Ring 1.
Kapal tersebut juga telah dilengkapi reefer container untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan korban.
“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” ujar Hary Bowo.
Sementara itu, KN Miang Besar pada Minggu pagi telah sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container. Setelah persiapan selesai, kapal tersebut akan bergabung ke area operasi.
Dengan tambahan tersebut, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang memiliki fasilitas reefer container untuk mendukung penanganan korban, yakni KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda.
“Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” kata Hary Bowo.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, mengatakan KN Grantin P.211 juga masih berada di area operasi untuk mendukung pencarian.
Menurut dia, tiga Kapal Negara yang dikerahkan Ditjen Perhubungan Laut menjalankan fungsi sesuai kebutuhan operasi, mulai dari dukungan keselamatan navigasi, pencarian dan penyisiran, mobilisasi, hingga mendukung proses evakuasi korban.
“Seluruh unsur bergerak dan bersinergi dalam satu misi kemanusiaan untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 hingga operasi dinyatakan selesai,” ujar Rusmanu.
Ia menegaskan, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan operasi, baik bagi personel maupun sarana yang digunakan.
“Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” imbuhnya.
Selain unsur laut, Tim SAR Gabungan juga mengoptimalkan dukungan udara dengan mengerahkan helikopter Basarnas dan TNI Angkatan Laut.
Kondisi cuaca di area operasi terpantau cerah berawan. Angin bertiup sekitar 12 knot dari arah tenggara, sedangkan tinggi gelombang berkisar 1,0 hingga 1,5 meter.
Kondisi cuaca, gelombang, dan arus laut terus dipantau karena menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan pencarian dan penyelaman, terutama untuk menjaga keselamatan tim penyelam.
Berdasarkan data Basarnas per Sabtu (26/9) pukul 19.00 WITA, dari total 243 penumpang KMP Virgo Transport 8, sebanyak 172 orang telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, 71 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR Gabungan akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan sinergi antarinstansi, efektivitas pencarian dan evakuasi, serta keselamatan seluruh personel yang berada di lokasi operasi.
Penulis : guntar
Editor : ami






