JAKARTA – Menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) memperketat pengawasan keselamatan pelayaran.
Pada 1–13 November 2025, Ditkapel menggelar uji petik kelaiklautan terhadap sembilan kapal penumpang di Pelabuhan Manado, Bitung, dan Kupang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada berada dalam kondisi laiklaut, aman, serta siap mendukung arus transportasi laut selama periode libur akhir tahun.
Di Pelabuhan Manado dan Bitung, Tim Uji Petik dipimpin Kasubdit Keselamatan Kapal Ditkapel, Capt. Maltus Jackline Kapistrano. Di Manado, tim memeriksa KM Barcelona Satu, KM Gregorius, dan KM Mercy Teratai—tiga kapal yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang pada masa puncak Nataru.
Sementara itu di Pelabuhan Bitung, pemeriksaan dilakukan pada KM Sangiang, KMP Ranaka, dan KM Laksamana Muda Jhon Lie.
Ruang lingkup uji petik mencakup kelengkapan dan keabsahan dokumen kapal maupun awak kapal, peralatan keselamatan seperti life jacket, liferaft dan APAR, fasilitas keamanan, serta kondisi konstruksi dan permesinan.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut.
“Tim Ditkapel bersama AMSAT Internasional dan KSOP Manado serta KSOP Bitung melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang sesuai Instruksi Dirjen,” ujarnya.
Samsuddin menjelaskan bahwa KM Gregorius dan KM Mercy Teratai telah diperiksa sebelumnya oleh KSOP Manado. Sedangkan KM Barcelona Satu baru menjalani pemeriksaan penuh pada hari yang sama. Untuk Pelabuhan Bitung, KM Sangiang dan KM Laksamana Muda Jhon Lie juga telah mendapat uji petik awal.
“Kami memverifikasi ulang tindak lanjut atas rekomendasi uji sebelumnya, sedangkan KM Barcelona Satu diperiksa penuh untuk memastikan kapal benar-benar memenuhi standar laiklaut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan serupa akan berlangsung di 15 pelabuhan utama di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kesiapan nasional menghadapi arus angkutan laut Nataru 2025/2026.
Di Pelabuhan Kupang, uji petik dilakukan terhadap KM Sabuk Nusantara 90, KM Cakalang II, dan KM Lakaan. Ketiga kapal ini melayani jalur konektivitas antarwilayah di Nusa Tenggara Timur dan menjadi moda yang sangat diandalkan masyarakat.
Pemeriksaan berlangsung pada 13 November 2025 dipimpin Capt. Dicky Purnama dan melibatkan Tim Ditkapel serta Marine Inspector KSOP Kelas III Kupang.
Secara umum, hasil uji menunjukkan ketiga kapal berada dalam kondisi laiklaut. Namun masih ditemukan sejumlah catatan teknis yang harus segera diperbaiki oleh operator kapal, terutama pada aspek keselamatan dan permesinan.
“Kami memastikan kapal-kapal penumpang di Kupang benar-benar siap melayani masyarakat. Sesuai slogan Zero Compromise for Safety, tidak ada toleransi terhadap aspek keselamatan,” tegas Samsuddin.
Kemenhub menekankan bahwa seluruh kapal penumpang yang beroperasi selama masa Nataru harus berada dalam kondisi terbaik. Uji petik dilakukan serentak mulai 1 hingga 30 November 2025 di berbagai pelabuhan guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan standar keselamatan nasional tetap terjaga.
Penulis : lazir
Editor : ameri






