KAI Wisata dalam Gerakan Satu Juta Pohon: Menyuburkan Bumi, Menyegarkan Hidup

- Penulis

Minggu, 12 Januari 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Inilah sebuah kisah tentang komitmen tanpa henti PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), sebagai bagian dari keluarga besar KAI (Persero), dalam mendukung penghijauan demi masa depan bumi yang lebih baik. Gerakan satu juta pohon bukan hanya sekadar program, tetapi nyata sebagai langkah konkret untuk mengembalikan kelestarian lingkungan.

Diluncurkan awal tahun 1993 oleh Presiden Soeharto, Gerakan Satu Juta Pohon bertujuan mulia: menghijaukan setiap sudut Indonesia dengan menanam satu juta pohon di setiap provinsi. Tujuan dari program ini tidak hanya untuk mengatasi dampak pemanasan global, tetapi juga untuk melestarikan lingkungan hidup bagi generasi masa depan.

KAI Wisata turut serta dalam Gerakan Satu Juta Pohon dengan menanam pohon-pohon berharga di dua lokasi strategis: kantor pusat KAI Wisata di Stasiun Gondangdia, Jakarta, dan Stasiun Tuntang, Jawa Tengah. Berbagai jenis bibit tanaman, mulai dari Lohansung, Mangga Thailand, Duren, Ketapang Kencana, hingga Tabebuya, ditanam dengan penuh harap dan kepedulian.

“Dukungan KAI Wisata terhadap Gerakan Satu Juta Pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta menjaga keanekaragaman hayati di bumi,” ungkap dengan penuh semangat Direktur Operasi KAI Wisata, Wawan Ariyanto.

Melangkah ke depan, KAI Wisata akan terus memberikan dukungan tak kenal lelah terhadap penghijauan bumi melalui Gerakan Satu Juta Pohon, dengan menggelar Corporate Social Responsibility (CSR) Penghijauan serta kegiatan penanaman pohon tahunan. Harapan besar mereka adalah masyarakat semakin sadar akan perlunya menjaga lingkungan untuk kebaikan bersama.

KAI Wisata berambisi bahwa kesinambungan Gerakan Satu Juta Pohon ini akan membawa manfaat besar bagi dunia, seperti menurunkan emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara, menghijaukan lingkungan, memperkaya keanekaragaman hayati, serta menyadarkan masyarakat akan esensi menjaga lingkungan. (Fhm)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru