Inilah Kawasan Waterfront City Pangururan dan Tele yang Kian Semarak

- Penulis

Selasa, 22 Agustus 2023 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Tele

Kawasan Tele

RENTAK.ID, JAKARTA – Adanya proyek penataan Kawasan Waterfront City Pangururan (WCP) merupakan bagian dari Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) untuk destinasi Danau Toba.

Konstruksi Proyek WCP akan menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sedangkan pengadaan tanah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Samosir.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melakukan penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Menteri Basuki.

Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele dimulai sejak September 2022 dengan biaya sebesar Rp161,5 miliar. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 47,49% dengan target penyelesaian pada Oktober 2023.

Pekerjaan penataan dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Kementerian PUPR bersama PT Hutama Karya (Persero) dan PT Betesda Mandiri (HK – BM KSO) selaku kontraktor pelaksana.

Kawasan Waterfront City Pangururan terletak di Kecamatan Pangururan dengan luas lahan yang ditata sekitar 6,4 hektar. Lingkup pekerjaan penataannya meliputi Zona Taman Pustaha, Zona Tanjung Horbo, Zona Aek Na Tio, Zona Taman Rohani, Zona Galeri Samosir dan Totem Dunia, dam Zona Pelataran Onan Baru.

Sedangkan Kawasan Tele yang terletak di Kecamatan Harian memiliki luas lahan yang ditata sekitar 0,97 hektar. Lingkup pekerjaan penataannya meliputi Skybridge dan Parkir, Resto Efrata, Skywalk, Plaza Tarombo, Revitalisasi Menara Pandang, dan Resto Pusuk Buhit. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru