RENTAK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengisahkan putranya yang belum juga mendapatkan pekerjaan, kendati sudah lulus dari perguruan tinggi sejak dua tahun lalu. Meski bisa, Benny mengaku enggan membantu anaknya.
Hal ini Benny ungkapkan saat memberikan pembekalan kepada pekerja migran Indonesia (PMI) dan calon PMI, Senin (15/1/2024).
Mulanya, Benny meminta anak buahnya bekerja dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam melayani PMI.
“Saya katakan pada jajaran, kepemimpinan saya terbatas, Anda-anda terbatas, ini akan pensiun semua, untuk apa kita sombong dengan jabatan hari ini? Ini pensiun semua, saya pensiun. Saya nanti dapat tugas baru dimana,” ujar Benny di eL Hotel Royale Jakarta.
“Makanya kalau kita dapat kekuasaan di waktu yang sangat minimalis, dibatasi oleh waktu, dibatasi oleh umur, gunakan kekuasaan itu untuk sebaik-baiknya, sebenar-benarnya untuk siapa? Untuk rakyat yang kita urus, untuk pekerja migran Indonesia. Tidak ada alasan lain,” imbuh Wakil Ketua Umum Hanura.
Melalui bekerja dengan baik, lanjut Benny, hidup akan menjadi lebih berkah. Sebab, ia percaya para PMI akan mendoakan orang-orang yang sudah berbuat dan melayani mereka dengan hati.
“Coba bayangkan berkahnya ya, ya Allah, didoain oleh para PMI. Nggak mungkin lah kita kalau melakukan hal-hal baik PMI nggak ingat kita. Jangan-jangan sebelum doa untuk pacarnya, kita dulu yang didoain pak. ‘Mudah-mudahan Pak Benny Rhamdani sehat ya Allah’,” tutur Benny.
“‘Mudah-mudahan tetap keluarganya sakinah, mawadah, warahmah. Mudah-mudahan anak-anak sukses, gitu ya,” sambungnya.
Saat membahas soal anak yang sukses itulah, Benny teringat akan putranya. Ia pun mengungkapkan jika anak itu belum juga bekerja, meski sudah lulus kuliah.
“Tapi saya cemburu juga lho. Saya punya anak yang kedua nih. Udah dua tahun nganggur, nggak kerja,” ungkap Benny seraya tertawa kecil.
“Saya bilang, saya tawari ke dia, ‘kamu mau kerja nggak?” lanjutnya.
Benny mengaku enggan terlalu membantu putranya itu. Ia ingin anaknya bisa menggapai kesuksesan dengan caranya sendiri.
“Apa pelajaran penting dari anak saya? Kamu bisa punya bapak pejabat, tapi jangan pernah bermimpi jabatan yang ada pada bapak kamu, saya gunakan untuk melobi orang, untuk memasukkan kamu bekerja. Kamu bekerja dengan cara kamu. Kamu bekerja dengan kemampuan kamu,” paparnya.
“Karena kalau lobi orang bisa tuh. Ya masukin aja BUMN, saya kenal baik, berteman sama menterinya, ‘titip dong, jadi komisaris muda dimana’, bisa. Haram! Pantang kekuasaan untuk diri sendiri maupun keluarga,” jelas Benny.
“Padahal bantu orang memasukkan jadi komisaris juga sudah banyak saya. Asli lho, bantu teman-teman. Teman datang ngeluh, masukin, teman ’98 kasihan ya, seperjuangan saya, titip. Anak saya nggak. Dua tahun nganggur,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga menyinggung peran penting orangtua terhadap anak. Setiap kesuksesan atau capaian anak, termasuk dirinya, ada peran besar dari ayah dan ibunya. Atas itu ia meminta para PMI dan calon PMI tak lupa akan jasa kedua orangtua, ketika sukses kelak.
“Saya sudah nggak ada dua-duanya (orangtua). Saya sembilan bersaudara, demi Allah tidak ada satu pun dari keluarga saya jadi ASN aja. Demi Allah nggak ada, apalagi jadi pejabat, nggak ada. Kerja di perusahaan demi Allah nggak ada, perusahaan sedang nggak ada, perusahaan kecil nggak ada, serabutan,” papar Benny.
“Hanya saya yang diberikan kesempatan oleh Allah merintis karier menjadi anggota DPRD tiga periode, provinsi, jadi senator DPD RI, satu periode, kemudian tiba-tiba diberi kepercayaan oleh Allah jadi Kepala Badan,” tutupnya.













