Gelombang PHK Panasonic Ancam Pekerja Global, Ribuan Buruh Indonesia Dibayangi Ketidakpastian

- Penulis

Senin, 12 Mei 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Buruh Panasonic panik ada rencana PHK Masal. (ilustrasi oleh ai-rentak.id)

Ilustrasi Buruh Panasonic panik ada rencana PHK Masal. (ilustrasi oleh ai-rentak.id)

JAKARTA – Langkah restrukturisasi besar-besaran yang diambil Panasonic Holdings mengirim sinyal waspada ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Perusahaan teknologi asal Jepang itu mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan secara global.

Sekitar 5.000 orang di antaranya berada di Jepang, dan sisanya tersebar di berbagai negara tempat Panasonic beroperasi.

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai nasib tenaga kerja di Indonesia, kalangan buruh sudah menyuarakan kegelisahan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengingatkan bahwa potensi dampak terhadap buruh lokal tetap terbuka, terutama bagi mereka yang berstatus kontrak atau outsourcing.

“Belum ada kabar resmi soal PHK di Indonesia, tetapi kita tidak bisa lengah. Kebijakan global ini bisa saja menjalar ke sini, apalagi untuk buruh yang statusnya belum tetap,” kata Iqbal dalam keterangannya, Minggu (12/5/2025).

Menurut data KSPI, saat ini terdapat sekitar 7.000 hingga 8.000 pekerja Panasonic di Indonesia. Mereka tersebar di tujuh lokasi pabrik, yakni dua di DKI Jakarta, dua di Bekasi, serta masing-masing satu di Bogor, Pasuruan, dan Batam.

Pabrik-pabrik ini memproduksi berbagai lini produk, seperti baterai, alat kesehatan, peralatan elektronik rumah tangga, hingga unit distribusi elektronik bermerek Panasonic.

Iqbal menegaskan bahwa para buruh saat ini sedang diliputi kecemasan atas ketidakjelasan situasi. “Jangan sampai PHK global dijadikan alasan untuk melakukan PHK di Indonesia secara sepihak, terutama terhadap buruh kontrak dan outsourcing. Pemerintah harus hadir sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, KSPI bersama Partai Buruh mendesak pemerintah—baik pusat maupun daerah—untuk segera membuka ruang dialog dengan manajemen Panasonic Indonesia. Mereka juga menyerukan keterlibatan aktif serikat pekerja dalam setiap proses efisiensi yang direncanakan.

“Kami menuntut adanya audit dan pengawasan ketat dari Kementerian Ketenagakerjaan. Jangan sampai keputusan bisnis di tingkat global menjadikan buruh lokal sebagai tumbal. Negara wajib menjamin perlindungan hak-hak buruh,” ujar Iqbal.

KSPI juga meminta pemerintah menjamin keterbukaan informasi dari pihak perusahaan agar segala bentuk restrukturisasi tidak merugikan pekerja. Transparansi dan komunikasi dua arah disebut sebagai kunci untuk menghindari konflik industri. ***

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB