Dirjen Diktiristek: Kampus Harus Berdampak dan Dukung SDGs

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditjen Diktiristek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T.,M.Eng. saat beberkan Kampus Berdampak. (dok. rentak.id)

Ditjen Diktiristek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T.,M.Eng. saat beberkan Kampus Berdampak. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T.,M.Eng., mengatakan, perguruan tinggi di Indonesia untuk tidak hanya menjadi pusat penghasil ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan kreasi-kreasi pengetahuan baru. Kampus juga harus mampu mengubah kehidupan masyarakat, menjadi pusat solusi nyata atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Dirjen Diktiristek, Khairul Munadi, dalam Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Lobby Gedung D Kemdiktisaintek
Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, Selasa, (29/4/2025).

Menurutnya, kampus berdampak adalah kampus yang mampu menjalankan peran strategis sebagai pusat inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan.

“Kampus diharapkan menjadi mediator kolaborasi antarpihak, tidak hanya triple helix tapi juga quadruple helix—melibatkan akademisi, industri, komunitas, dan pemerintah,” jelasnya.

Khairul menjelaskan bahwa peran perguruan tinggi saat ini telah berkembang dari sekadar pengajaran ke arah riset dan inovasi. Ia menyebutkan adanya evolusi model universitas dari 1.0 hingga 4.0.

“Kalau dulu Universitas 1.0 hanya fokus pada pengajaran, kemudian naik ke 2.0 dengan fokus riset, lalu 3.0 yang menggabungkan riset dan dampak ekonomi, maka Universitas 4.0 adalah kampus yang turut mendorong transformasi sosial dan mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” paparnya.

Namun, Khairul menekankan bahwa transformasi ini bukan bersifat linier. “Tidak harus semua dimulai dari 1.0. Yang kita dorong adalah transformasi paradigma. Kampus kecil sekalipun bisa berdampak jika terhubung dengan masyarakat dan tantangan nyata di luar tembok akademik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya perubahan cara pandang kampus dalam menyikapi otonomi. “Otonomi kampus bukan hanya soal administratif, tapi juga harus diartikan sebagai otonomi kreatif, yang digunakan untuk melahirkan inovasi-inovasi yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Ditjen Diktiristek mendorong kampus-kampus melakukan self-disruption atau disrupsi terhadap rutinitas lama yang tidak lagi relevan. “Perguruan tinggi harus berani keluar dari pola lama yang terlalu administratif dan menjauh dari kebutuhan masyarakat,” tegas Khairul.

Melalui gerakan “Kampus Berdampak” dan “Kampus Kebangsaan”, Khairul berharap perguruan tinggi di Indonesia mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat lahirnya transformasi sosial. Tempat kita menempa warga bangsa yang siap memimpin masa depan,” tandasnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru