Abdul Mu’ti: Perlu Tutor Bahasa Isyarat untuk Pembelajaran Al-Qur’an Siswa Tunarungu

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menghadirkan tutor bahasa isyarat dalam pembelajaran Al-Qur’an. (foto. lazir.)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menghadirkan tutor bahasa isyarat dalam pembelajaran Al-Qur’an. (foto. lazir.)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menghadirkan tutor bahasa isyarat dalam pembelajaran Al-Qur’an, khususnya untuk siswa tunarungu.

Menurutnya, keberadaan tenaga pendidik dengan kompetensi khusus ini semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan layanan pendidikan inklusif.

“Al-Qur’an adalah kitab suci bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Karena itu, pembelajaran Al-Qur’an juga harus dapat diakses oleh saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan, termasuk yang tidak dapat mendengar dan berbicara,” ujar Abdul Mu’ti saat menutup Pelatihan Membaca Al-Qur’an dengan Bahasa Isyarat di Masjid Baitut Tholobin, Kompleks Kemendikdasmen, Rabu (24/9/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 40 guru khusus siswa tunarungu dari berbagai sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada siswa penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat membaca dan memahami kitab suci melalui bahasa isyarat.

Al-Qur’an untuk Semua Kalangan

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh manusia dalam kondisi apapun. Ia mengutip firman Allah yang menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah syifa (obat), petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang beriman.

“Menjaga dan mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya bagi mereka yang bisa melihat huruf dan mampu membacanya secara lisan, tetapi juga untuk yang memiliki keterbatasan penglihatan maupun pendengaran. Al-Qur’an harus bisa diakses semua orang,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan inklusif yang merata, termasuk melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemendikdasmen.

Dorong Penguatan UPZ untuk Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada UPZ Kemendikdasmen yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pendidikan berbasis zakat. Ia menyerahkan penghargaan untuk tiga kategori, yaitu UPZ Rising Star, UPZ dengan Pelaporan Terbaik, dan UPZ dengan Penyaluran Terbaik.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui UPZ Kemendikdasmen. Dana ini menjadi salah satu sarana untuk memajukan umat, mencerdaskan bangsa, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Dukungan Lanjutan untuk Guru dan Siswa Disabilitas

Abdul Mu’ti berharap, para guru yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada sesama pendidik dan terutama kepada siswa tunarungu. Dengan begitu, siswa berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan memahami Al-Qur’an.

“Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan, sehingga semakin banyak guru yang mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat, dan semakin banyak anak-anak kita yang dapat merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Penulis : dafri jh

Editor : guntar

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru