RENTAK.ID – Masjid Raya Sumatera Barat selama bulan Ramadan 2024 atau 1445 H terdapat sejumlah kegiatan, misalnya Kajian Ramadan yang dilakukan Kajian Subuh, Kuliah Zuhur hingga Kajian Tarawih. Kajian akan diisi oleh penceramah dengan tema tertentu di setiap harinya.
Banyak umat Islam berbendong-bondong juga secara pribadi melakukan ibadah atau menghadiri, hingga hanya berkunjung ke masjid termegah di Sumatera Barat tersebut.
Terlebih pada bulan suci nan mulia ini, banyak masyarakat yang akan menghabiskan waktu di masjid baik untuk beribadah hingga berwisata religi.
Masjid Raya Sumatera Barat atau juga dikenal sebagai Masjid Mahligai Minang adalah salah satu masjid terbesar di Indonesia yang terletak di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Masjid ini merupakan sebuah ikon wisata religi masyarakat Minangkabau yang telah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh masjid pemenang utama penghargaan arsitektur masjid internasional pada penghargaan Abdullatif Al Fozan Award atau AFAMA tahun 2021 kemarin.
Konstruksi masjid ini terdiri dari tiga lantai, pada lantai kedua digunukan untuk lantai utama menunaikan ibadah salat. Masjid Raya Sumbar juga merupakan masjid terbesar dan termegah di wilayah Sumatera Barat dengan luas sekitar 4.430 meter persegi.
Masjid diawali dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007, pembangunan rampung pada 4 Januari 2019.
Arsitektur masjid ini merupakan hasil rancangan Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun 2007.
Masjid ini dibangun dengan menampilkan arsitektur moderen yang tidak identik dengan kubah seperti masjid pada umumnya, melainkan mengadopsi arsitekstur Minangkabau yakni memiliki empat atap yang meruncing.
Secara umum, arsitektur masjid ini mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong, hingga penggunaan ukiran Minang sekaligus kaligrafi pada dinding bagian luar.
Selain itu, arsitektur masjid ini juga menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Kota Mekkahpada setiap sudutnya.
Masjid ini tidak jauh dari pusat kota, tepatnya di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.
Apabila Anda datang pada sore harinya, jingga matahari terbenam juga semakin menambaha keindahan masjid raya ini dengan tamannya yang luas.






