Film “Pekaba Warisan Atok”, Sepenggal Kisah di Budaya Aceh Tamiang

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2024 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Sebuah film bertema budaya berjudul “Pekaba Warisan Atok” akan tayang perdana di Aneska Coffee & Resto, Jalan Rantau, Desa Durian, Aceh Tamiang, Jumat, 8 Maret 2024.

Pemutaran film pendek ini digelar gratis untuk umum dan akan dimulai pukul 19.30. Masyarakat bisa datang ke kafe mulai sore dan menempati tempat yang disediakan.

Selama produksi, Film ini tidak memakan banyak waktu karena riset yang sudah matang dengan dibantu oleh orang-orang profesional dalam penggarapan ide hingga proses penggambilan gambar sesuai sinema.

“Kalau Pra produksi waktunya sebulan. Proses syuting lima hari,” kata Founder & Film Director of Studio Baswara, Muhammad Fadillah Ikhwan atau yang akrab disapa Mufai, Kamis (7/3/2024).

Mufai mengatakan, proses penggarapan Pekaba Warisan Atok dimulai pada akhir Januari 2024. Selama syuting, dia bersama kru juga dihadapi berbagai tantangan hingga akhirnya bisa ditayangkan sebelum bulan puasa.

Selama penggarapan, mantan kru Rekam Nusantara Foundation ini menjelaskan, dirinya lebih suka bekerja sambil minum kopi di warkop. Sudah banyak gelas kopi gula aren yang dia habiskan selama praproduksi.

“Kebanyakan saya ngerjain editingnya pagi, siang malam di warkop, sambil ngopi. Kadang-kadang pulang untuk istirahat saja,” kata penggiat film dokumenter tersebut.

Film pendek ini dijelaskan Mufai memiliki alur cerita tentang budaya masyarakat Aceh Tamiang. Di dalam budaya itu memiliki cara tersendiri dalam mendongeng, dengan menggunakan rempah dapur sebagai media bercerita.

“Film ini bukan hanya narasi visual, tetapi juga sebuah panggilan untuk bertindak. Sebuah upaya kolaboratif untuk menginspirasi tindakan positif dalam menjaga warisan budaya kita bersama,” ujar pria muda berambut gondrong tersebut.

Film ini sendiri merupakan kolaborasi Studio Baswara, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Komunitas Merakinoia, By Bumoe serta didukung oleh Ruang Baca dan Balas Budi Workshop.

Mufai juga berharap agar pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat lebih memperhatikan dan mengapresiasi industri kreatif. Meskipun minimnya perhatian dan bantuan anggaran, dia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa fasilitas, pelatihan, serta platform untuk mempromosikan karya-karyanya. (***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Hiburan

Rahasia Titi Kamal Tetap Ceria, Biasakan Diri Bersyukur

Selasa, 20 Okt 2026 - 01:00 WIB