RENTAK.ID – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nop Goliat Dekai di Kabupaten Yahukimo yang berfungsi sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Perintis Dekai telah memulai Program Angkutan Udara Perintis Penumpang Tahun Anggaran 2024 yang kini beroperasi di 37 rute.
Menurut Yos Yogobi, selaku Kepala Kantor UPBU Kelas II Nop Goliat Dekai, “Penerbangan Angkutan Udara Perintis Korwil Dekai tahun ini menambah layanan dengan menjangkau 2 rute baru, yaitu Dekai-Helariki dan Dekai-Una yang keduanya telah melakukan penerbangan perdana pada Januari lalu”.
Berikut adalah 37 rute penerbangan Angkutan Udara Perintis Penumpang Korwil Dekai yang kini dapat diakses oleh masyarakat:
Dekai-Ninia (PP)
Dekai-Angguk (PP)
Dekai-Silimo (PP)
Dekai-Holuwon (PP)
Dekai-Bomela (PP)
Dekai-Koropun (PP)
Dekai-Oakbisik (PP)
Dekai-Duram (PP)
Dekai-Soba (PP)
Dekai-Nipsam (PP)
Dekai-Fenteheik (PP)
Dekai-Sinokla (PP)
Dekai-Walma (PP)
Dekai-Nalca (PP)
Dekai-Paima (PP)
Dekai-Liruk (PP)
Dekai-Oksibil (PP)
Dekai-Sela (PP)
Dekai-Pasema (PP)
Dekai-Dagi Baru (PP)
Dekai-Timika (PP)
Dekai-Sobaham (PP)
Dekai-Hogio (PP)
Dekai-Amuma (PP)
Dekai-Banga (PP)
Dekai-Sohuluna (PP)9
Dekai-Pasiknik (PP)
Dekai-Langda (PP)
Dekai-Lolat (PP)
Dekai-Kemligin (PP)
Dekai-Ipdeheik (PP)
Dekai-Kono/Trison (PP)
Dekai-Aniek (PP)
Dekai-Eyub (PP)
Dekai-Bisek (PP)
Dekai-Una (PP)
Dekai-Helariki (PP)
Untuk melayani 37 rute tersebut, Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) yang ditunjuk oleh Pemerintah telah memberikan kontrak kepada PT. National Global Aviasi untuk melayani 22 rute menggunakan pesawat Cessna Caravan (C208B) dan PT. ASI Pudjiastuti Aviation untuk melayani 15 rute menggunakan pesawat Pilatus Turbo Porter PC-6.
M. Kristi Endah Murni, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga menambahkan bahwa program angkutan udara perintis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Menurutnya, transportasi udara sangat penting mengingat kabupaten Yahukimo terdiri dari 51 distrik dengan wilayah berupa pegunungan dan lembah, sehingga jalur udara menjadi pilihan mayoritas masyarakat dalam mengakses daerah mereka.
Penerbangan perintis ini sangat mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan. Selain itu, program ini juga berperan penting dalam menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penerbangan perintis ini menjadi tulang punggung konektivitas di 37 rute Korwil Dekai, untuk itu saya minta Kepala Kantor UPBU Nop Goliat Dekai untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan terpenuhi serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.***






