Badak Sumatera Mulai Punah, Kini Melahirkan Bayi Secercah Asa Untuk Masa Depan

- Penulis

Selasa, 3 Oktober 2023 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Badak Sumatera setelah melahirkan bayinya. (ist)

Badak Sumatera setelah melahirkan bayinya. (ist)

RENTAK.ID –  Badak jenis apapun dimuka bumi ini mulai binasa. Tentu sangat mencemaskan. Jangan sampai badak binasa sebagaimana ribuan jenis bintang lainnya yang sudah punah.

Termasuk Badak Sumatera yang mulai punah.  Betapa mengerikannya, hanya tersisa  satu langkah lagi menuju kepunahan di alam liar.

Ditengah kecemasan itu, ada secercah asa ketika seekor Badak Sumatera melahirkan bayi munggilnya.


Saat badak melewati proses persalinan Badak Ratu berlangsung sekitar 17 menit dari mulai terlihat kantong allantois sampai dengan bayi badak lahir dengan selamat.

Koordinator Tim Dokter Hewan SRS TNWK, Zulfi Arsan menyebutkan  Badak Ratu mulai menunjukkan tanda-tanda perilaku akan melahirkan dimulai dari pukul 00.04 WIB hingga melahirkan bayi badak sumatera betina pada pukul 01.44 WIB hari Sabtu, 30 September 2023.

“Sama seperti kebuntingan badak di SRS TNWK sebelumnya, pada kebuntingan kali ini badak Ratu mendapatkan tambahan hormon penguat kehamilan, yang diberikan setiap hari. Serta jenis, variasi, dan jumlah asupan pakan yang diberikan sangat diperhatikan untuk mencukupi kebutuhan badak Ratu,” kara  Zulfi dikutip Selasa (3/10/2023).

Zulfi  memaparkan, dalam masa kebuntingannya,  pemeriksaan kesehatan kebuntingan juga dilakukan secara rutin setiap 10-14 hari sekali dengan alat ultrasonografi (USG) sejak umur kebuntingan awal (20 hari pasca kawin) sampai dengan 3 hari menjelang kelahiran.

Pemantauan intensif badak Ratu selama 24 jam oleh tim dokter hewan, paramedik, dan perawat satwa SRS TNWK sudah mulai dilakukan sejak 1 minggu menjelang kelahiran sampai dengan 2 bulan kedepan.

Dokter hewan dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) KLHK Dedi Candra  menambahkan, sekitar 45 menit setelah lahir, bayi badak tersebut sudah mulai berdiri.

Dua  jam kemudian, bayi badak mulai mencari puting susu induknya untuk menyusu. Sama halnya dengan anaknya, kondisi badak Ratu pasca melahirkan juga terpantau sehat dan normal.

“Dan sejak melahirkan hingga saat ini, badak Ratu menunjukkan sikap overprotektif terhadap anaknya,” imbuh Dedi. Tim dokter hewan akan terus memantau secara intensif kondisi kesehatan dan tentunya ‘ikatan batin’ antara induk-anak badak.

Sejak kemarin (1/10/2023), Badak Ratu mulai mengajak anaknya untuk menjelajahi hutan dan belajar berkubang. Bobot bayi Badak Ratu tercatat sebesar 27 kilogram.

Mengutip pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar pada siaran pers sebelumnya, kelahiran anak badak keempat di SRS TNWK ini membuktikan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan upaya konservasi badak di Indonesia, khususnya badak sumatera.

Indra Exploitasia, Plt. Direktur KKHSG KLHK menambahkan, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana mengintegrasikan metode Assisted Reproductive Technology (ART) atau Teknologi Reproduksi Berbantu untuk propagasi (perbanyakan) badak sumatera, selain melalui upaya perkembangbiakan alami.

“Untuk tujuan tersebut, KLHK dibantu oleh tim ART dan Biobank IPB University telah mengambil jaringan tali pusar tak lama setelah kelahiran anak ketiga badak Ratu untuk dijadikan sumber sel punca (stem cells). Saat ini, jaringan tali pusar tersebut telah berada di Laboratorium Pusat ART dan Biobank Badak Sumatera Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University untuk dilakukan perbanyakan sel punca,” jelas Indra.

Dr. Muhammad Agil menyampaikan bahwa Laboratorium Pusat ART dan Biobank Badak Sumatera dengan dukungan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (Leibniz-IZW) Jerman didedikasikan untuk mendukung program propagasi badak sumatera yang dilaksanakan KLHK.

“Laboratorium Pusat ART dan Biobank Badak Sumatera diharapkan dapat memproduksi embrio badak sumatera dan program transfer embrio untuk menghasilkan individu badak sumatera baru melalui induk pinjam (surrogate mother),” tambah koordinator tim ART dan Biobank IPB University ini.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Hiburan

Rahasia Titi Kamal Tetap Ceria, Biasakan Diri Bersyukur

Selasa, 20 Okt 2026 - 01:00 WIB