Pantasan Pengantin Mau Ijab-kabul Harus Ngantri, Menag: Kita Sedang Menghadapi Krisis Penghulu

- Penulis

Kamis, 14 September 2023 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengantin ilustrasi

Pengantin ilustrasi

RENTAK.ID, JAKARTA – Indonesia hanya memiliki sekitar 9.054 orang penghulu. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Pantasan jika ingin menikah harus ngantri dan dijadwal sebelum sang pengantin ijab-kabul.

“Kita ini sedang menghadapi krisis penghulu. Kami sudah koordinasikan untuk menambah profesi penghulu. Saat ini kita membutuhkan sebanyak 16.263 orang penghulu,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).

Setiap tahunnya, kata Yaqut, rata-rata acara pernikahan di Indonesia mencapai 2 juta acara. Sedangkan, lanjut Yaqut, saat ini total di Indonesia hanya terdapat 9.054 penghulu.

“Mengingat acara pernikahan sekitar 2 juta per tahun. Selisih kebutuhannya terlalu besar. Kita akan minta penambahan,” kata Yaqut.

Lebih lanjut, Yaqut mengatakan, bahwa pihaknya sedang memperjuangkan formasi tenaga fungsional penghulu tersebut ke Kementerian PAN dan RB. Hal ini dilakukan agar dapat terpenuhi.

“Status kepegawaiannya, ini yang masih kita tuntaskan dengan Kemenpan dan RB. Supaya nanti kalau ada rekrutmen penghulu untuk mencukupi kebutuhan,” ujar Yaqut.

Yaqut menambahkan, seorang penghulu juga termasuk aparatur sipil negara (ASN) seperti di kementerian/lembaga. Terlebih, peran penghulu sangat penting dalam menjaga ketahanan keluarga.

“Selain menikahkan, mereka juga memberikan konsultasi, pembinaan. Kemudian mereka juga memberikan bimbingan kepada calon pengantin,” katanya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru