JAKARTA – Wisatawan Australia kini memiliki pilihan lebih mudah untuk berlibur ke Indonesia.
Maskapai TransNusa resmi membuka penerbangan langsung Melbourne–Bali yang diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperluas perjalanan ke berbagai destinasi selain Pulau Dewata.
Kementerian Pariwisata menyambut positif pembukaan rute tersebut. Australia menjadi salah satu pasar utama pariwisata Indonesia dengan tren kunjungan yang terus meningkat.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, penerbangan langsung menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar internasional.
“Rute Melbourne–Bali ini menjadi langkah penting untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan Indonesia,” ujar Made dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.224.941 kunjungan. Angka tersebut meningkat 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Pariwisata pun optimistis dapat mencapai target 2,23 juta kunjungan wisatawan Australia sepanjang 2026.
“Penerbangan langsung yang andal dan berkualitas menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan,” kata Made.
TransNusa Terbang Empat Kali Sepekan
Penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne–Bali berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Pesawat bernomor 8B19 berangkat dari Melbourne Airport pukul 06.25 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 09.40 WITA.
Pada tahap awal, penerbangan beroperasi empat kali sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Mulai 15 November 2026, frekuensinya dijadwalkan meningkat menjadi setiap hari.
Jadwal kedatangan pada pagi hari memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati Bali maupun melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.
Melalui konektivitas Beyond Bali, wisatawan dapat mengakses 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.
Menurut Made, perluasan konektivitas ini diharapkan dapat mendorong pemerataan kunjungan wisatawan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.
“Kami berharap rute ini tidak hanya mempermudah wisatawan Australia menuju Bali, tetapi juga mendorong mereka menjelajahi destinasi lain di luar Bali,” ujarnya.
TransNusa Perkuat Pasar Australia
Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan rute Melbourne–Bali merupakan bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan.
Menurutnya, rute baru tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi wisatawan Australia yang mengutamakan konektivitas, harga kompetitif, dan pengalaman penerbangan premium.
“Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam ekspansi internasional TransNusa,” kata Bernard.
Ia menambahkan, pembukaan rute tersebut juga merespons permintaan perjalanan dari Australia yang terus berkembang.
Sebelumnya, TransNusa mencatat pangsa pasar sebesar 20 persen di Perth. Pada Juli 2026, maskapai itu juga meningkatkan frekuensi penerbangannya menjadi 21 kali per pekan.
Bernard menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan pasar Australia terhadap layanan penerbangan yang menghubungkan kedua negara.
“Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan loyalitas pasar Australia terhadap konektivitas penerbangan menuju Indonesia,” ujarnya.
Dengan bertambahnya penerbangan langsung Melbourne–Bali, konektivitas udara Indonesia–Australia diharapkan semakin kuat. Tantangan berikutnya adalah mengoptimalkan jalur tersebut agar manfaat pariwisata tidak hanya terpusat di Bali, tetapi juga dirasakan oleh destinasi dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Penulis : lazir
Editor : ameri






