Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Fadli Imammuddin (foto. ist)

Muhammad Fadli Imammuddin (foto. ist)

NAGOYA – Muhammad Fadli Imammuddin kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu andalan Indonesia di arena para balap sepeda Asia. Tampil di Asian Para Games 2026, Selasa (20/10/2026), atlet asal Bogor itu merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor pertandingan (game record) nomor individual pursuit (IP) klasifikasi C4 putra.

Kemenangan Fadli di Izu Velodrome, Shizuoka, Jepang, menjadi emas ketiga bagi kontingen Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.

Fadli sudah memperlihatkan dominasinya sejak babak kualifikasi. Ia membukukan waktu 4 menit 50,169 detik, catatan yang melampaui rekor Asian Para Games sebelumnya milik atlet China, Wang Xian, dengan selisih 1,863 detik.

Keunggulan itu berlanjut hingga perebutan medali emas. Berhadapan dengan Behrooz Farzad dari Iran, Fadli tampil dominan dan memastikan kemenangan dengan keunggulan overlap.

“Alhamdulillah, hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras, khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, akhirnya membuahkan satu emas,” kata Fadli seusai pertandingan.

Ia juga mempersembahkan kemenangan tersebut untuk Tanah Air, tim yang mendukung persiapannya, serta keluarga yang terus memberikan doa.

“Pastinya kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras, dan buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya,” ujarnya.

Ketenangan Jadi Kunci Pecahkan Rekor

Bagi Fadli, keberhasilan meraih emas dan memecahkan rekor bukan semata-mata soal kecepatan. Kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang perlombaan menjadi faktor penting, terutama dalam nomor individual pursuit yang menuntut konsistensi selama 16 lap.

Ia mengaku tidak ingin terburu-buru atau terpengaruh tekanan pertandingan. Catatan waktu saat latihan dan pengalaman bertanding menjadi modal untuk menjaga kepercayaan diri.

“Harus tenang, karena yakin dengan catatan waktu yang saya miliki ketika berlatih dan track record saya sebelumnya. Apalagi ini 16 lap, butuh ketenangan, mindset, dan percaya diri agar pikiran tidak kacau,” tutur mantan pebalap Moto2 pada 2013 tersebut.

Menurut Fadli, gangguan konsentrasi dapat membuat ritme kayuhan tidak stabil dan menghambat upaya mempertahankan kecepatan hingga garis finis.

Prestasi di Nagoya sekaligus memperpanjang tradisi emas Fadli di Asian Para Games. Ia kini mencatatkan tiga medali emas dari tiga edisi berbeda sejak 2018.

Pada Asian Para Games 2018, Fadli menjadi juara nomor individual pursuit C4. Empat tahun kemudian, ia kembali meraih emas melalui nomor individual time trial C4-5 pada Asian Para Games 2022.

Meski kembali berdiri di podium tertinggi, Fadli memilih menjalani karier dengan pendekatan yang lebih santai. Ia ingin tetap menikmati proses latihan dan kompetisi tanpa terbebani target berlebihan.

“Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apa pun. Berlatih enjoy, balapan enjoy,” katanya.

Para Balap Sepeda Sumbang Tiga Medali

Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, menilai hasil yang diraih Fadli sesuai dengan perkiraan tim, meskipun sempat muncul keraguan sebelum keberangkatan ke Jepang.

Keraguan itu berkaitan dengan hasil Asian Para Games 2022 di Hangzhou, ketika Fadli kalah sekitar dua detik dari Wang Xian, pesaing yang sebelumnya menjadi tolok ukur kekuatan di nomor tersebut.

“Keraguannya waktu di Hangzhou lalu, Fadli kalah dua detik dari musuhnya, Wang Xian. Dan dia sendiri tidak turun di Asian Para Games sekarang ini,” kata Rizan.

Dengan hasil emas dari Fadli, tim para balap sepeda Indonesia sejauh ini telah mengumpulkan tiga medali, terdiri atas satu emas dan dua perunggu.

Dua medali perunggu disumbangkan Vanza Mifthahul Jannah dari nomor individual pursuit 4.000 meter kategori B putri dan Sufyan Saori dari nomor individual time trial 1.000 meter klasifikasi C4-5 putra.

Rizan mengatakan tim masih berupaya memaksimalkan peluang pada nomor-nomor berikutnya. Pengaturan tenaga menjadi perhatian karena beberapa nomor pertandingan memiliki jadwal yang berdekatan, sementara tim juga harus mempersiapkan atlet untuk nomor balap jalan raya (road race).

“Pada hari berikutnya kami optimalkan karena beberapa nomor dikombinasi. Jadi, kami hanya bisa mengoptimalkan peluang yang ada dan menyimpan energi untuk pertandingan road berikutnya,” ujarnya.

Indonesia Naik ke Posisi Delapan Klasemen

Tambahan emas dari Fadli ikut memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan medali Asian Para Games 2026.

Sebelum emas dari arena para balap sepeda, Indonesia telah meraih dua emas melalui cabang olahraga para renang dan para atletik.

Emas pertama dipersembahkan Maulana Rifky Yavianda dari nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S12. Ia menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 55,34 detik.

Sementara itu, emas kedua diraih atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, yang mencetak rekor dunia pada nomor lempar cakram klasifikasi F57. Atlet berusia 18 tahun tersebut membukukan lemparan sejauh 49,75 meter.

Berdasarkan data hingga Selasa (20/10/2026) pukul 14.53 WIB, kontingen Indonesia telah mengoleksi tiga medali emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedelapan klasemen sementara Asian Para Games 2026.

Prestasi Fadli bukan hanya menambah pundi-pundi medali, tetapi juga mempertegas konsistensinya di panggung olahraga para Asia. Rekor baru di Nagoya menjadi bukti bahwa pengalaman, persiapan panjang, dan kemampuan menjaga ketenangan masih menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi.

Penulis : guntar

Editor : guntar

Berita Terkait

Ni Nengah Widiasih Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Persembahkan untuk Mendiang Ibu
Erick Thohir Hidupkan Harapan Sepak Bola Wanita, Target Indonesia Tembus Piala Dunia
Prabowo Temui Presiden FIFA Gianni Infantino, Ini yang Dibahas soal Sepak Bola Indonesia
Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026: Modal 9-2, Mitchell Baker Jadi Andalan Garuda
Fadona-Fitriani Raih Perak Asian Games 2026, Kalah di Final tapi Siap Balas di Turnamen Berikutnya
Desak Made Rita Bawa Indonesia Raih Emas Keempat Asian Games 2026, Rekor Asia Pecah
Persaingan Premier League Makin Ketat, FPL Mansion Sports Siapkan Kompetisi Musim 2026/27
Amri/Nita Raih Medali Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kalah dari China di Final

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ni Nengah Widiasih Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Persembahkan untuk Mendiang Ibu

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Erick Thohir Hidupkan Harapan Sepak Bola Wanita, Target Indonesia Tembus Piala Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Prabowo Temui Presiden FIFA Gianni Infantino, Ini yang Dibahas soal Sepak Bola Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026: Modal 9-2, Mitchell Baker Jadi Andalan Garuda

Berita Terbaru