Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkutan kenderaam roda tiga (foto. ist)

Angkutan kenderaam roda tiga (foto. ist)

JAKARTA — Kendaraan roda tiga seperti bajaj modern dan becak listrik dinilai punya peluang besar untuk mengisi celah layanan transportasi di Indonesia. Moda ini tidak hanya bisa menjadi alternatif sepeda motor, tetapi juga berpotensi memperkuat konektivitas di kawasan perkotaan, perdesaan hingga wilayah kepulauan.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan kendaraan roda tiga memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan transportasi jarak pendek dan layanan pengumpan.

Menurut Djoko, moda tersebut dapat dikembangkan untuk melayani kawasan yang belum memiliki jaringan transportasi umum memadai, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

“Kendaraan roda tiga memiliki potensi sebagai moda pengumpan maupun angkutan perintis, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan angkutan umum,” kata Djoko, Kamis (8/10/2026)

Keberadaan kendaraan roda tiga sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sebelum layanan transportasi berbasis aplikasi berkembang pesat, bajaj telah digunakan di sejumlah daerah, tidak hanya Jakarta, tetapi juga Bekasi, Banjarmasin, Sampit, Banyumas hingga Cilacap.

Perkembangan teknologi kemudian membawa moda tersebut ke layanan berbasis aplikasi. Pada 2023, bajaj modern berbasis aplikasi mulai masuk ke Makassar melalui platform MaxRide, meski sempat mendapat penolakan dari pengemudi ojek online.

Layanan serupa kini berkembang ke sejumlah kota lain, antara lain Medan, Pematangsiantar, Yogyakarta, Surakarta, Sragen dan Semarang.

Djoko menilai kendaraan roda tiga memiliki keunggulan karena dimensinya relatif kompak. Moda ini dapat masuk ke jalan sempit, gang permukiman maupun akses perdesaan yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.

“Untuk wilayah dengan jalan sempit dan kebutuhan mobilitas yang tidak terlalu besar, kendaraan roda tiga bisa menjadi pilihan yang efisien,” ujarnya.

Selain penumpang, kendaraan roda tiga juga dapat digunakan untuk mengangkut barang. Kapasitas angkutnya bisa mencapai sekitar 300 kilogram hingga 1 ton, tergantung jenis kendaraan.

Karena itu, kendaraan ini berpotensi menjadi alternatif pikap kecil untuk kebutuhan distribusi barang di kawasan perkotaan maupun perdesaan.

Dari sisi operasional, kendaraan roda tiga memiliki keunggulan dibandingkan sepeda motor karena lebih stabil ketika berhenti atau melaju pada kecepatan rendah.

Sejumlah kendaraan juga telah dilengkapi atap dan kabin sehingga pengemudi serta penumpang lebih terlindungi dari hujan, panas dan paparan polusi.

Moda ini juga relatif lebih mudah digunakan lansia, anak-anak, penyandang disabilitas maupun penumpang yang membawa barang dalam jumlah banyak.

Namun, Djoko mengingatkan kendaraan roda tiga bukan tanpa kelemahan. Desain kendaraan dengan tiga roda tetap memiliki risiko terguling apabila dikendarai terlalu cepat, terutama saat menikung tajam.

“Faktor keselamatan tetap harus menjadi perhatian. Kendaraan roda tiga memiliki risiko rollover ketika menikung dengan kecepatan tinggi, sehingga standar keselamatan dan batas operasional harus diatur dengan jelas,” katanya.

Dimensi kendaraan yang lebih lebar dibanding sepeda motor juga harus diperhitungkan. Jika jumlah armada tidak dikendalikan, keberadaannya justru dapat menambah kepadatan di koridor jalan yang sudah ramai.

Berpeluang Dikembangkan sebagai Kendaraan Listrik

Dari sisi energi, kendaraan roda tiga memiliki bobot lebih besar dibanding sepeda motor sehingga kebutuhan energi juga dapat meningkat. Harga pengadaan armada pun cenderung lebih tinggi.

Namun, kendaraan roda tiga memiliki peluang besar dikembangkan menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.

Ruang sasis yang relatif luas dapat dimanfaatkan untuk menempatkan baterai berkapasitas besar maupun sistem pertukaran baterai tanpa terlalu mengurangi ruang penumpang.

“Roda tiga sangat potensial dikembangkan sebagai kendaraan listrik karena konstruksinya memungkinkan penempatan baterai secara lebih fleksibel,” ujar Djoko.

Pengembangan tersebut juga perlu dibarengi dengan penguatan industri pendukung, mulai dari manufaktur, suku cadang, bengkel hingga regulasi kelaikan dan uji tipe kendaraan.

Menurut Djoko, salah satu cara meningkatkan penggunaan kendaraan roda tiga adalah menjadikannya bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi.

Bajaj modern maupun becak listrik dapat diarahkan sebagai layanan first-mile dan last-mile yang menghubungkan permukiman dengan stasiun MRT, LRT, KRL maupun halte bus rapid transit.

Integrasi tersebut juga dapat diperkuat dengan layanan pemesanan berbasis aplikasi, pembayaran nontunai serta informasi rute dan tarif secara digital.

Dengan begitu, kendaraan roda tiga tidak sekadar menjadi moda transportasi tradisional, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem transportasi modern.

“Integrasi dengan angkutan massal menjadi penting agar kendaraan roda tiga tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi penghubung dari permukiman menuju jaringan transportasi utama,” katanya.

Cocok untuk Pulau-Pulau Kecil

Potensi lain kendaraan roda tiga berada di wilayah kepulauan kecil. Di kawasan dengan jumlah penduduk terbatas dan tata ruang yang belum memungkinkan pembangunan angkutan umum massal, moda ini dapat menjadi pilihan yang lebih realistis.

Kendaraan roda tiga dapat melayani perjalanan masyarakat dari kawasan pesisir menuju pusat permukiman, pasar, fasilitas pelayanan publik maupun titik transportasi lainnya.

Selain penumpang, kendaraan tersebut juga dapat mendukung distribusi barang dari pelabuhan kecil menuju kawasan permukiman atau pusat ekonomi.

Meski memiliki banyak peluang, pengembangan kendaraan roda tiga membutuhkan regulasi yang jelas. Pemerintah perlu mengatur standar keselamatan, uji tipe, wilayah operasi, tarif hingga jumlah armada.

Pengendalian jumlah kendaraan juga penting agar pertumbuhan armada tidak melebihi kebutuhan masyarakat.

“Yang harus dijaga adalah keseimbangan antara supply dan demand. Jangan sampai jumlah armada terlalu banyak sehingga pendapatan pengemudi turun dan kesejahteraannya justru terganggu,” kata Djoko.

Pemerintah daerah, lanjut dia, memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan sekaligus mengendalikan operasional kendaraan roda tiga di wilayah masing-masing.

Selain regulasi, insentif juga dapat diberikan untuk mempercepat peremajaan armada, khususnya bagi kendaraan listrik. Dukungan pembelian, skema pembiayaan maupun insentif untuk pengemudi dapat membantu mempercepat adopsi teknologi baru.

Pada saat yang sama, desain kendaraan perlu dibuat lebih modern, bersih dan nyaman agar mampu mengubah citra kendaraan roda tiga di mata masyarakat.

Jika dikelola dengan baik, kendaraan roda tiga berpeluang menjadi salah satu solusi transportasi yang mengisi ruang kosong antara kendaraan pribadi dan angkutan umum massal.

Moda ini dapat berperan sebagai pengumpan, angkutan perintis hingga kendaraan logistik ringan, khususnya di kawasan yang belum terlayani transportasi umum secara optimal.

Dengan dukungan regulasi, teknologi, infrastruktur dan insentif yang tepat, bajaj modern serta becak listrik bukan sekadar alternatif sepeda motor, tetapi bisa menjadi bagian dari sistem mobilitas Indonesia yang lebih inklusif, aman dan berkelanjutan.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

DAMRI Buka Rute Baru Tanjung Lesung-Bandara Soekarno-Hatta, Tarif Mulai Rp50 Ribu
Tarif Transjakarta Naik 2027, Akademisi Minta Rute ke Perumahan Diperbanyak
Sebelum Ujian SIM, Pengemudi Dinilai Perlu Wajib Ikut Sekolah Mengemudi
KEMON Hadir di Kemayoran, Shuttle Bus Gratis Layani Dua Rute
Ganjil-Genap Jakarta Hampir 10 Tahun, Kini Dinilai Mulai Jenuh: ERP Jadi Opsi Baru
Hari Bakti ATC 2026, AirNav Indonesia: Mengenang Pengabdian, Melanjutkan Dedikasi
Masinis Jadi Tersangka, DPR Soroti Temuan KNKT soal Kecelakaan Kereta Bekasi
DAMRI Sabet Penghargaan Keselamatan Terbaik DKI Jakarta 2026

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:47 WIB

DAMRI Buka Rute Baru Tanjung Lesung-Bandara Soekarno-Hatta, Tarif Mulai Rp50 Ribu

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Tarif Transjakarta Naik 2027, Akademisi Minta Rute ke Perumahan Diperbanyak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Sebelum Ujian SIM, Pengemudi Dinilai Perlu Wajib Ikut Sekolah Mengemudi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KEMON Hadir di Kemayoran, Shuttle Bus Gratis Layani Dua Rute

Berita Terbaru