Mendag Budi Santoso ke AS, Ini 4 Isu Perdagangan yang Dibawa Indonesia di G20

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso (foto. kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso (foto. kemendag)

JAKARTA — Kepentingan perdagangan Indonesia akan dibawa Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pertemuan para menteri perdagangan negara-negara G20 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Budi Santoso bertolak ke AS pada Senin malam, 28 September 2026, untuk menghadiri G20 Trade Ministers’ Meeting (TMM) yang berlangsung 30 September hingga 1 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu forum penting dalam Presidensi G20 Amerika Serikat 2026 untuk membahas berbagai isu perdagangan global.

Budi mengatakan Indonesia akan menggunakan forum tersebut untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional sekaligus memperkuat dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil dan berbasis aturan.

“Partisipasi Indonesia dalam G20 TMM adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional. Selain itu, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka, dan berbasis aturan,” kata Budi.

Menurutnya, Indonesia juga akan mendorong agar berbagai inisiatif yang lahir dari G20 tetap sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Dalam G20 TMM, Budi dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia dalam empat agenda utama. Isu tersebut mencakup penggunaan pangan sebagai senjata melalui tindakan perdagangan koersif, kelebihan kapasitas dan produksi struktural, prinsip Most Favored Nation (MFN), serta penghapusan kerja paksa dalam rantai pasok global.

“Kesepakatan di forum G20 ikut menentukan aturan main perdagangan global dan turut berpengaruh terhadap ekspor produk Indonesia,” ujar Budi.

“Indonesia hadir dan bersuara untuk memastikan setiap komitmen yang disepakati tetap adil, sejalan dengan ketentuan WTO, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus memperluas pasar ekspor,” lanjutnya.

Di sela agenda G20 TMM, Budi juga dijadwalkan bertemu komunitas Business 20 (B20) di bawah naungan Kamar Dagang Amerika Serikat.

Sejumlah pertemuan bilateral dengan negara mitra dagang Indonesia juga masuk dalam agenda kunjungan tersebut.

Budi turut dijadwalkan bertemu Konsul Jenderal RI di Chicago. Pertemuan itu akan membahas penguatan promosi sekaligus perluasan akses pasar produk Indonesia di Amerika Serikat.

Presidensi G20 Amerika Serikat 2026 mengusung tema “Unleashing Economic Prosperity by Limiting the Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Tech and Innovation.”

Di jalur perdagangan, Presidensi AS telah menggelar pertemuan Trade Working Group (TWG) sejak Januari 2026. Pembahasan dalam kelompok kerja tersebut menjadi bagian dari persiapan empat agenda perdagangan yang akan dibahas di tingkat menteri.

G20 merupakan forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan 19 negara serta Uni Eropa dan Uni Afrika.

Secara kolektif, G20 mewakili sekitar 88,5 persen PDB dunia, 75,9 persen perdagangan barang global, dan 78,7 persen populasi dunia.

Indonesia sebelumnya pernah memegang Presidensi G20 pada 2022. Puncak rangkaian kegiatan saat itu adalah KTT G20 yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 15-16 November 2022.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bertemu Presiden Swiss Guy Parmelin, AHY Dorong Kerja Sama Infrastruktur Strategis
Transparansi Dana Hibah Jadi Sorotan, Laskar Anti Korupsi Apresiasi PGPI DKI Jakarta
Bandara Dhoho Kediri Tak Ditutup, Ini yang Berubah Setelah KSO Berakhir
108 KK di Desa Patialo Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Tak Lagi Pakai Lampu Teplok
DKPP Copot Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Terbukti Langgar Kode Etik
Tahlilan Hari Ketiga Guruh Soekarnoputra, Megawati dan Puan Hadir di Sriwijaya
Banjir Tapanuli Tengah, Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Kementerian PU Bergerak
KKP Tetapkan Maksegara di Papua Barat Daya Jadi Kawasan Konservasi Seluas 162.874 Hektare

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:20 WIB

Bertemu Presiden Swiss Guy Parmelin, AHY Dorong Kerja Sama Infrastruktur Strategis

Selasa, 29 September 2026 - 14:30 WIB

Transparansi Dana Hibah Jadi Sorotan, Laskar Anti Korupsi Apresiasi PGPI DKI Jakarta

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Bandara Dhoho Kediri Tak Ditutup, Ini yang Berubah Setelah KSO Berakhir

Selasa, 29 September 2026 - 10:55 WIB

108 KK di Desa Patialo Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Tak Lagi Pakai Lampu Teplok

Selasa, 29 September 2026 - 08:44 WIB

Mendag Budi Santoso ke AS, Ini 4 Isu Perdagangan yang Dibawa Indonesia di G20

Berita Terbaru

Audi Marissa dan Anthony Xie.(foto.ist)

Hiburan

Audi Marissa dan Anthony Xie Rujuk, Kembali Serumah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:30 WIB