Sepekan Tanpa Matahari, Warga Jabodetabek Dihantui Penyakit dan Banjir!

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi susana hujan dan banjir di perkampungan Jakarta (ilustreasi dibikin ai - rentak.id)

Ilustrasi susana hujan dan banjir di perkampungan Jakarta (ilustreasi dibikin ai - rentak.id)

JAKARTA – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perkotaan di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), kian menimbulkan keresahan warga. Dalam sepekan terakhir, matahari nyaris tak muncul secara utuh. Langit mendung, hujan turun bergantian, lalu awan kembali menutup sinar matahari, menciptakan suasana lembap berkepanjangan di kawasan padat penduduk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca Kamis (22/1/2026) menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di DKI Jakarta dan sebagian besar wilayah Jawa. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas atmosfer yang masih aktif, termasuk pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah barat dan tengah Indonesia.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang pada waktu-waktu tertentu, terutama pada siang hingga malam hari. Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak lanjutan seperti banjir, genangan, dan gangguan aktivitas harian, khususnya di kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang terbatas.

Matahari Menghilang, Kecemasan Warga Meningkat

Kondisi cuaca yang tak kunjung membaik ini dirasakan langsung oleh warga. Bukan sekadar soal pakaian yang sulit kering atau perjalanan yang terhambat, melainkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan keselamatan.

Warga Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek  mulai resah akibat selama tujuh hari tidak ada matahari terbit secara konsisten. Berhenti sebentar, ada matahari sebentar, kemudian ditutup oleh awan. Hal ini membuat warga mulai cemas, tidak mempersoalkan soal pakaian yang tidak kering atau anak mengantar ke sekolah, tapi takutnya berbagai penyakit akan timbul.

Kelembapan udara yang tinggi dan minimnya sinar matahari dinilai dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Kecemasan itu  dirasakan Ibu Hani (54), warga Jakarta Timur. Ia mengaku mulai merasakan ketakutan akan munculnya penyakit akibat cuaca yang tidak menentu.

“Saya merasakan ketakutan adanya hawa-hawa penyakit. Selain itu saya juga mengkhawatirkan banjir. Banjir di Jabodetabek itu sudah mengkhawatirkan karena air yang datang dari Bogor kena hujan serentak membuat warga makin ketakutan,” kata Ibu Hani, Kamis (22/1/2026)

Menurutnya, hujan yang turun merata di wilayah hulu dan hilir membuat potensi banjir kiriman semakin besar. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan genangan pun mulai bersiaga.

Mata Pencaharian Terganggu

Cuaca ekstrem juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan. Sejumlah sektor informal merasakan penurunan pendapatan akibat hujan yang datang hampir setiap hari.

“Selain itu juga, warga mulai merasa kecemasan dikarenakan mata pencarian mereka mulai terganggu. Misalnya, tukang ojek, pedagang, dan banyak hal lain yang terganggu aktivitasnya selama hujan,” lanjut Ibu Hani.

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas luar ruang saat hujan lebat, serta meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan banjir dan genangan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 November 2026, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
Cuaca Jakarta Minggu 1 November: Hujan Ringan Mengintai, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur
Cuaca Jakarta Hari Ini 31 Oktober 2026: Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Diguyur Hujan
Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 29 Oktober 2026: Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan
Cuaca Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Jakarta Selatan dan Timur Diguyur Hujan Sedang
Cuaca Jakarta Hari Ini 19 Oktober 2026: Hujan Ringan Mengintai pada Malam Hari
Cuaca Jakarta Hari Ini, Sabtu 3 Oktober 2026: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:25 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 November 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Senin, 2 November 2026 - 06:30 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 November 2026, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Minggu, 1 November 2026 - 10:31 WIB

Cuaca Jakarta Minggu 1 November: Hujan Ringan Mengintai, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Cuaca Jakarta Hari Ini 31 Oktober 2026: Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Diguyur Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 29 Oktober 2026: Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan

Berita Terbaru