Banjir dan Longsor Bali Rusak 1.835 Sekolah, DPR Dorong Pemulihan Cepat Pendidikan

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (dok. rentak)

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (dok. rentak)

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada 9 September 2025.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, bencana ini menyebabkan 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota serta 12 titik longsor di tiga kabupaten.

Dampak signifikan juga dirasakan dunia pendidikan. Tercatat 1.835 sekolah terdampak, dengan 60 di antaranya mengalami kerusakan berat.

“Yang paling memprihatinkan adalah ribuan murid dan ratusan guru ikut terdampak. Meskipun saat kejadian mereka sedang libur Hari Raya Pagerwesi, kerusakan infrastruktur sekolah tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan menghambat layanan pendidikan,” ujar Hetifah, Rabu (17/9/2025).

Hetifah menegaskan, Komisi X DPR RI akan mengoptimalkan fungsi anggaran dan pengawasan untuk memastikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera mengalokasikan anggaran darurat perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Langkah ini, menurutnya, sangat penting agar kegiatan belajar-mengajar bisa kembali normal sebelum tahun ajaran baru 2026 dimulai.

Selain itu, Hetifah mendorong koordinasi erat antara Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Bali untuk memetakan langkah pemulihan yang tepat.

“Jika diperlukan, siswa-siswa dari sekolah yang rusak bisa sementara menumpang belajar di sekolah terdekat yang lebih aman. Intinya, jangan sampai anak-anak kita tertinggal pelajaran akibat bencana ini,” tegas Hetifah.

Hetifah juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dan Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang segera memperbarui data sekolah terdampak dan menyalurkan bantuan darurat. Ia juga memuji Kemendikdasmen yang sigap turun langsung meninjau lokasi, serta melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat.

Menurut Hetifah, kecepatan respons ini menjadi contoh baik mitigasi bencana di sektor pendidikan, yang juga perlu diterapkan di daerah lain yang rawan bencana.

“Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mengawal pemulihan pendidikan di Bali pascabanjir agar berjalan cepat, efektif, dan memastikan anak-anak Bali tidak kehilangan hak belajarnya,” pungkasnya.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru