MAKASSAR – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Puwagandhi menegaskan bahwa kehadiran pesawat amfibi (seaplane) akan menjadi langkah strategis untuk membuka sekaligus meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah, terutama di daerah kepulauan.
Hal itu disampaikan Menhub Dudy saat acara pelepasan (launching) Pesawat Amfibi dan penandatanganan prasasti groundbreaking Water Aerodrome di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
“Kehadiran seaplane dan infrastruktur water aerodrome ini merupakan terobosan penting untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses transportasi darat maupun laut konvensional,” ujar Menhub Dudy dikutip Selasa (12/8/2025).
Pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, memiliki garis pantai panjang dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Keindahan bentang alam ini menjadi potensi pariwisata besar, namun sekaligus tantangan dalam konektivitas dan distribusi layanan publik.
Pesawat amfibi hadir sebagai solusi. Moda transportasi ini mampu lepas landas dan mendarat di permukaan air, sehingga sangat cocok untuk wilayah kepulauan. Infrastruktur pendukungnya adalah water aerodrome, yakni landasan di atas air yang menjadi titik sandar dan pusat operasional seaplane.
Menurut Menhub, pengoperasian seaplane akan mendukung berbagai sektor, mulai dari transportasi penumpang, logistik, pelayanan kesehatan darurat untuk pulau-pulau terpencil, hingga pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
Dalam acara tersebut, Menhub Dudy bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyaksikan demo penerbangan pesawat Cessna C172SP Amphibian berkapasitas empat penumpang. Pesawat ini mampu terbang selama tiga jam, hanya memerlukan lintasan 700 meter untuk lepas landas, dan 300 meter untuk mendarat.
Pelatihan pilot pesawat amfibi akan bekerja sama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi—lembaga pelatihan pertama di Asia Tenggara yang fokus pada penerbangan seaplane. Gubernur Sulsel berencana mengirim putra daerah untuk belajar dan menguasai operasional pesawat ini di API Banyuwangi.
“Demo flight ini bukan sekadar unjuk kemampuan, tetapi juga memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan kesiapan operasional sebelum digunakan secara komersial,” tegas Menhub Dudy.
Ia berharap pembangunan dan pengoperasian transportasi perairan ini berjalan sesuai standar keselamatan dan prinsip keberlanjutan, sehingga menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi Indonesia.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Erwin Tarwo, Kepala KSOP Makassar Jon Kenedi, Direktur API Banyuwangi Capt. Daniel Dewantoro Rumani, serta sejumlah bupati di wilayah Sulsel.
Penulis : regardo sipiroko
Editor : reni diana






