Banjir dan Longsor Terjang Padangsidimpuan, Ratusan Warga Mengungsi, 2 Orang Masih Hilang

- Penulis

Minggu, 16 Maret 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir dan Longsor Terjang Padangsidimpuan, Ratusan Warga Mengungsi, 2 Orang Masih Hilang. (TBNews)

Banjir dan Longsor Terjang Padangsidimpuan, Ratusan Warga Mengungsi, 2 Orang Masih Hilang. (TBNews)

RENTAK.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Padangsidimpuan pada Kamis malam (13/3) memicu banjir besar disertai tanah longsor, menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Data sementara yang dihimpun Pusdalops PB (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) Sumatera Utara mencatat sebanyak 711 jiwa kini berada di pengungsian.

Bencana ini paling parah melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Padangsidimpuan Utara dengan 241 pengungsi dan Kecamatan Padangsidimpuan Selatan sebanyak 470 pengungsi.

Selain itu, total 2.966 warga lainnya turut terdampak, tersebar di tiga kecamatan:

  • Padangsidimpuan Utara: 260 jiwa
  • Padangsidimpuan Selatan: 2.519 jiwa
  • Padangsidimpuan Tenggara: 187 jiwa

Ironisnya, bencana ini juga memakan korban jiwa. Seorang warga ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, menjelaskan bahwa BPBD bersama unsur terkait telah bergerak cepat menanggulangi situasi di lapangan.

“Evakuasi warga terdampak sudah dilakukan sejak malam kejadian. Saat ini, posko pengungsian sudah berdiri dan kebutuhan dasar warga mulai disalurkan. Operasi pencarian korban yang hilang juga masih berlangsung,” ujarnya kepada media, Minggu (16/3/2025).

Menurutnya, intensitas curah hujan tinggi memicu luapan air dan longsoran di beberapa titik. Namun, kondisi air saat ini dikabarkan mulai surut signifikan di enam kecamatan terdampak.

“Kami juga menurunkan personel tambahan untuk membantu proses pembersihan material banjir serta memastikan seluruh korban terdampak mendapat bantuan yang diperlukan,” tambahnya.

Sri Wahyuni mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di kawasan Sumatera Utara.

Pihak BPBD bersama pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan penanganan lanjutan jika diperlukan.***

 

Editor : Ayham

Sumber Berita: TBNews.go.id

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru