Jembatan Penghubung Bogor-Cianjur Ambruk Diterjang Hujan Deras

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Deras Mengguyur Kawasan Kabupaten Bogor, Menyebabkan Jembatan Utama di Desa Tajur, Kecamatan Citereup, Ambruk pada Kamis, 27/2/2025. (Sumber foto : BPBD Kabupaten Bogor)

Hujan Deras Mengguyur Kawasan Kabupaten Bogor, Menyebabkan Jembatan Utama di Desa Tajur, Kecamatan Citereup, Ambruk pada Kamis, 27/2/2025. (Sumber foto : BPBD Kabupaten Bogor)

BOGOR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Bogor menyebabkan jembatan utama di Desa Tajur, Kecamatan Citereup, ambruk pada Kamis (27/2/2025). Jembatan ini merupakan jalur penghubung vital antara Bogor dan Cianjur melalui Citereup dan Sukamakmur. Akibat kejadian ini, kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

“Benar, jembatan di jalur Citereup-Sukamakmur ambruk. Saat ini tim sudah berada di lokasi untuk penanganan awal. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PUPR, mereka akan segera turun untuk menindaklanjuti perbaikan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Mohamad Adam Hamdani.

Jembatan yang roboh berada di jalur utama antar kecamatan yang menghubungkan Citereup dengan Sukamakmur hingga ke wilayah Cianjur. Peristiwa ini menyebabkan akses utama lumpuh, terutama bagi kendaraan roda empat.

“Jembatan ini jalur strategis, menghubungkan beberapa kecamatan hingga ke Cianjur. Jadi, dengan ambruknya jembatan ini, otomatis jalur ini tidak bisa digunakan oleh kendaraan roda empat,” jelas Adam.

Menurut Adam, jembatan ambruk akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan Sungai Cipicung meluap dan menghanyutkan sebagian besar struktur jembatan.

“Hujan deras yang berlangsung lama membuat debit air Sungai Cipicung meningkat drastis, hingga akhirnya merusak dan menghanyutkan jembatan,” ungkapnya.

Meski kendaraan roda empat tidak bisa melintas, warga setempat berinisiatif membuat jembatan darurat untuk membantu pengendara roda dua dan pejalan kaki.

“Sementara ini, kendaraan roda dua masih bisa melintas dengan bantuan warga yang membuat jembatan darurat. Namun, untuk kendaraan roda empat tetap belum bisa lewat sampai perbaikan dilakukan,” tambah Adam.

Pihak terkait kini tengah mengupayakan perbaikan secepatnya agar akses transportasi bisa kembali normal. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia

Editor : Erka

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru