Rutinitas Budaya Betawi Setiap Tahun Ziarah Bersama Menjalang Bulan Suci Romadon di Makam Keluarga Ki Saat

- Penulis

Selasa, 25 Februari 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga besar saat acara berlangsung (dok.pribadi)

Keluarga besar saat acara berlangsung (dok.pribadi)

JAKARTA – Keluarga besar Makam Ki Saat menggelar acara Ziarah Kubur Bersama di Makam Keluarga (Kober Ki Saat), yang terletak di Jalan Malaka, Komplek Kalibata Indah, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Acara ini menjadi tradisi tahunan yang menyatukan keluarga besar untuk mengenang leluhur mereka.

Habaib, Kiyai, dan Ustadz saat acara (dok pribadi)

Saat diwawancarai, Irwan bin Khaidir, salah satu anggota keluarga, menjelaskan bahwa acara ini rutin dilakukan setiap tahun oleh keluarga mereka. “Kami berkumpul untuk membersihkan makam, berdoa bersama, mendengarkan tausiyah dari para alim ulama, dan ditutup dengan makan nasi kebuli bersama. Ini sudah menjadi kebiasaan kami keluarga besar Makam Ki Saat,” ujar Irwan, Selasa (25/2/2025).

Irwan bin Khaidir menggunakan baju warna hitam saat acara berlangsung. (dok.pribadi)

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa makam ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum tahun 1945. “Makam ini khusus untuk keluarga keturunan Ki Saat. Tanpa silsilah keluarga, tidak ada yang bisa dimakamkan di sini, karena bukan tanah milik pemerintah,” tambahnya.

Irwan, yang akrab disapa Bang Iwak, juga menegaskan pentingnya menjaga warisan ini. “Kami ingin generasi muda tahu bahwa tanah keluarga kami ini tidak pernah dijual kepada siapa pun, baik pemerintah maupun pihak swasta. Kalau ada yang mengklaim tanah ini, itu jelas penyerobotan,” tegasnya.

Tokoh Masyarakat Jawara Betawi Bang Bagol Mengenakan Peci Coklat. (dok.pribadi)

Bang Iwak menambahkan bahwa tanah ini memiliki surat yang jelas dan sudah disimpan dengan baik. “Kami memiliki bukti sah atas kepemilikan tanah ini. Tanah ini adalah warisan dari buyut kami, dan kami sepakat untuk tidak menjualnya. Kami juga tidak pernah ada perjanjian apapun mengenai pemindahan makam ini. Ini adalah wasiat orang tua kami yang harus dijaga,” ujar Bang Iwak.

Acara ini dihadiri oleh banyak tamu penting, termasuk ahli waris, tokoh agama, habib, keluarga dari TNI, dan tokoh masyarakat setempat. Wawan, sebagai MC acara, mengungkapkan rasa syukurnya atas lancarnya acara yang juga dihadiri oleh Habib Al-Habib Muksin bin Salim bin Ahmad Al-Haddad, KH. Muhammad Nursasi LC, serta tokoh-tokoh lainnya. “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan mendapat berkah dari kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Wawan.

Ramah tamah setelah acara doa bersama keluarga besar TNI (dok. pribadi)

Dalam penutupan acara, Bang Iwak menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun. “Ini adalah warisan budaya Betawi yang harus dilestarikan. Saya berharap keluarga Ki Saat tetap kompak, dan kepada pemerintah DKI, agar memperhatikan bahwa tanah ini adalah milik kami yang tidak pernah berpindah tangan,” tutup Bang Iwak dengan tegas.

Dengan berakhirnya acara, semoga tradisi ziarah bersama ini terus menjaga ikatan kekeluargaan dan menjadi bagian dari warisan budaya Betawi yang terus dilestarikan. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru