RENTAK.ID – Upaya pencarian dan penyelamatan tiga nelayan asal Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang sempat hilang kontak akhirnya membuahkan hasil.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari TNI AL Posal Tanjung Medang, Pospol Airud, Basarnas Dumai, serta warga setempat berhasil menemukan mereka dalam keadaan selamat pada Jumat (21/2) di Perairan Boya GM, Selat Malaka.
Kejadian bermula pada Rabu (19/2) siang, saat ketiga nelayan tersebut berangkat mencari ikan di jalur pelayaran internasional Line 3, Perairan Selat Malaka.
Namun, mesin kapal mereka mengalami kerusakan, menyebabkan kapal terombang-ambing di tengah laut.
Seorang nelayan lain bernama Asrul sempat bertemu dengan mereka pada sore harinya dan berjanji akan menarik kapal mereka ke pantai setelah selesai menjaring ikan. Namun, ketika Asrul kembali ke lokasi, kapal mereka sudah tidak ditemukan.
Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 18.00 WIB, di mana korban menginformasikan bahwa mereka telah hanyut hingga ke perairan Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara.
Upaya pencarian oleh warga tidak membuahkan hasil, sehingga laporan segera disampaikan ke Basarnas untuk dilakukan operasi penyelamatan.
Tim SAR gabungan segera dikerahkan menggunakan Sea Rider Posal Tanjung Medang dan Speed Patroli Pospol Airud untuk mencari kapal nelayan yang hilang.
Setelah pencarian intensif, pada Jumat siang pukul 12.10 WIB, kapal yang membawa tiga nelayan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kapal kemudian ditarik ke Sungai Lelong, Desa Makeruh, sebelum akhirnya para nelayan dipulangkan ke keluarga mereka.
Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, melalui Danposal Tanjung Medang, Letda Laut (S) Alfian Hadie Akbar, menyatakan bahwa keberhasilan misi penyelamatan ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik antara berbagai unsur maritim dan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk sinergi yang kuat antara TNI AL, Basarnas, kepolisian, dan warga dalam menanggapi kondisi darurat di perairan. Kami selalu siap siaga dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di laut,” ujar Letda Laut (S) Alfian Hadie Akbar.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menangani insiden maritim guna memastikan keselamatan para nelayan dan pengguna laut lainnya.
Dengan berakhirnya operasi pencarian ini, keluarga korban mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan, serta berharap adanya peningkatan pengawasan dan keamanan bagi nelayan yang melaut di perairan Selat Malaka.
Berita ini sudah disusun dengan struktur yang lebih naratif dan berbeda dari sumber awal, tetap mempertahankan esensi informasinya. Jika ada yang ingin diperbaiki atau ditambahkan, silakan beri tahu!***
Editor : Ayham
Sumber Berita: tni.mil.id






