TNI Gagalkan Penyelundupan 23 Pekerja Migran Ilegal di Perbatasan Nunukan

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Gagalkan Penyelundupan 23 Pekerja Migran Ilegal di Perbatasan Nunukan. (Website TNI)

TNI Gagalkan Penyelundupan 23 Pekerja Migran Ilegal di Perbatasan Nunukan. (Website TNI)

RENTAK.ID – Upaya penyelundupan 23 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal ke Malaysia berhasil digagalkan oleh Sub Satgas Penyelundupan TNI dalam operasi di Pelabuhan Somel, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, pada Jumat (21/02/2025).

Penindakan ini dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 11 Kostrad yang terus memperketat pengawasan di perbatasan untuk mencegah aktivitas ilegal.

Keberhasilan operasi ini bermula dari laporan intelijen mengenai pergerakan CPMI ilegal yang direncanakan akan berangkat menggunakan speedboat menuju Malaysia.

Menanggapi informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Bais TNI, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, serta Pos Marinir Somel Satgas Ambalat 30 segera melakukan penyergapan di lokasi yang telah diidentifikasi.

Saat operasi berlangsung, tim menemukan dua kendaraan yang mencurigakan membawa penumpang tanpa dokumen perjalanan yang sah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa mereka adalah CPMI ilegal yang hendak menyeberang ke Malaysia secara non-prosedural.

Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti dalam memberantas praktik penyelundupan manusia di perbatasan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan ketat guna mencegah upaya ilegal yang berisiko tinggi bagi keselamatan para pekerja migran. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memilih jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Seluruh CPMI ilegal yang diamankan dalam operasi ini telah diserahkan ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kabupaten Nunukan untuk menjalani proses lebih lanjut.

Keberhasilan ini kembali menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan perbatasan dan melindungi warga negara dari eksploitasi serta risiko perdagangan manusia.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: tni.mil.id

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru