Prakiraan Cuaca BMKG 23 Februari 2025: Hujan Merata, Waspada Petir dan Angin Kencang

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan dan petir di sebuah kota. (Ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

Hujan dan petir di sebuah kota. (Ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

JAKARTA –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 23 Februari 2025, akan didominasi hujan dengan intensitas beragam.

Beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan ringan, sementara lainnya berpotensi hujan lebat disertai petir.

Dalam laporan resminya, BMKG menyebut cuaca di 38 kota besar di Indonesia akan bervariasi. Di Pulau Jawa, hujan ringan diperkirakan turun di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sementara Yogyakarta diprediksi mengalami hujan lebat.

Di Pulau Sumatera, hujan petir berpotensi terjadi di Bengkulu, Lampung, dan Pangkal Pinang, sedangkan Palembang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Beberapa kota lainnya seperti Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, dan Tanjung Pinang akan diguyur hujan ringan.

Cuaca serupa juga terjadi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. BMKG mencatat hujan petir berpotensi melanda Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangkaraya di Kalimantan, serta Mamuju dan Kendari di Sulawesi.

Sementara wilayah Indonesia bagian timur, seperti Nabire, Merauke, dan Jayawijaya, diprediksi mengalami hujan petir, sedangkan Jayapura akan diselimuti kabut.

Siklon Tropis dan Konvergensi Angin Berpotensi Tingkatkan Cuaca Ekstrem

Selain prakiraan hujan, BMKG juga memantau perkembangan bibit siklon tropis 99S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah yang bergerak ke arah barat hingga barat daya.

Fenomena ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot serta menyebabkan daerah konvergensi di perairan selatan Jawa.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Aceh, membentuk daerah perlambatan angin yang memanjang di sekitar wilayah tersebut.

Beberapa daerah lain yang terdampak konvergensi angin meliputi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan, Laut Sulawesi, Maluku Utara, hingga perairan Papua.

BMKG juga mencatat peningkatan kecepatan angin di beberapa perairan, termasuk Samudra Pasifik timur Filipina, Laut Sulawesi, dan Laut Cina Selatan.

Kondisi ini dapat meningkatkan tinggi gelombang laut dan pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan memantau informasi terbaru melalui aplikasi Info BMKG, situs web resmi BMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG.

Penulis : dafri jh

Editor : regardo

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru