Marak Binatang Kaki Seribu Berbintik Kuning di Perkarangan, Berbahayakah?

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangga kaki seribu berwarna hitam berbintik kuning atau dengan nama ilmiah Harpaphe Haydeniana.

Serangga kaki seribu berwarna hitam berbintik kuning atau dengan nama ilmiah Harpaphe Haydeniana.

RENTAK.ID – Serangga kaki seribu berwarna hitam berbintik kuning atau dengan nama ilmiah Harpaphe haydeniana akhir-akhir ini sering terlihat di perkarangan pohon area sekitar pepohonan.

Dikenal dengan tubuh hitam berbintik-bintik kuning dan panjang sekitar tiga sentimeter, serangga ini sering terlihat bergerombol di sekitar pepohonan, terutama menjelang musim penghujan.

Serangga ini sering terlihat bergerombol, terutama pada bulan-bulan terakhir dan semakin banyak ditemukan dalam beberapa hari terakhir.

Berukuran sekitar tiga sentimeter, makhluk ini terlihat aktif bergerak di sepanjang tanah dan pepohonan, membuat kemunculannya semakin sering di mata publik.

Terlebih lagi, dengan masuknya musim penghujan, serangga ini tampaknya lebih mudah ditemukan, bergerak dalam kelompok yang cukup banyak, menambah rasa jijik bagi sebagian orang yang menjumpainya.

Serangga kaki seribu ini memiliki tubuh bulat memanjang yang tampak mengkilap, dikelilingi garis berwarna kuning keperakan. Setiap individu memiliki banyak kaki, yang merupakan ciri khas dari spesies ini.

Meskipun penampilannya tidak berbahaya bagi manusia, kehadiran makhluk ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian orang yang takut akan potensi penyebaran penyakit yang mungkin dibawanya.

Kepanikan mulai muncul di kalangan masyarakat, dengan kekhawatiran bahwa serangga kaki seribu ini bisa menjadi vektor penyakit atau menandakan adanya gangguan pada keseimbangan ekosistem lokal. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi serangga ini, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi makhluk tersebut.

Pemerintah setempat dan para ahli juga diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai spesies ini, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengendalikan penyebarannya, guna mencegah terjadinya dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.(***)

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru