Banjir Bandang Landa Bima: Dua Desa Terisolasi, Sembilan Warga Masih Hilang

- Penulis

Senin, 3 Februari 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB – Banjir bandang hebat menerjang Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (2/2), menyebabkan dua desa terisolasi total. Curah hujan deras sejak pagi hari memicu meluapnya sungai, menghancurkan rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian.

Kepala Bidang Peralatan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengungkapkan bahwa Desa Woro dan Desa Nanga Wera menjadi wilayah yang terdampak paling parah. “Akses menuju kedua desa benar-benar tertutup. Jalan terputus, jembatan rusak, dan lumpur menutupi sebagian besar jalur evakuasi,” ujar Huda saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Tragisnya, sembilan warga dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir. “Enam orang berasal dari Desa Nanga Wera, sementara tiga lainnya dari Desa Woro,” tambah Huda. Para korban tersebut terdiri dari seorang lansia, dua ibu muda beserta tiga anak kecil, dan seorang perempuan dewasa.

Tak hanya merenggut korban jiwa, banjir ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur. Empat rumah penduduk, tiga kios, dan sebuah bengkel habis tersapu arus. Puluhan hand tractor milik petani ikut hanyut, sementara lahan pertanian seluas puluhan hektare yang baru ditanami padi rusak berat.

“Kami kesulitan melakukan pencarian karena listrik padam total dan jaringan internet terputus di lokasi terdampak,” jelas Huda, menggambarkan tantangan di lapangan.

Bencana ini tak hanya melanda Kecamatan Wera. Banjir juga meluas ke Kecamatan Ambalawi, yang berbatasan langsung dengan daerah terdampak. Dengan curah hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, BPBD khawatir akan terjadi banjir susulan yang lebih besar.

Sejumlah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus banjir membawa puing-puing kayu, batu, dan sisa-sisa bangunan. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara warga yang panik saat melihat rumah-rumah mereka hanyut terbawa arus.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR, BPBD, dan relawan masih berupaya keras melakukan evakuasi serta mencari korban yang hilang. Warga diimbau tetap siaga dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi memburuk.

“Kami mengerahkan seluruh tim untuk evakuasi. Harapan kami, cuaca segera membaik agar proses pencarian berjalan lancar,” tutup Huda. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia

Editor : Lubis

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru