Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sampaikan Sinergitas untuk Pendidikan Bermutu untuk Semua pada Tanwir I ‘Aisyiyah

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (foto. rentak.id)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (foto. rentak.id)

RENTAK.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pidato kunci di Tanwir I ‘Aisyiyah di Jakarta pada Rabu (15/1/2025).

Kegiatan Dihadiri sekitar 300 peserta, termasuk pimpinan Pusat Muhammadiyah, pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, tokoh Muhammadiyah, dan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi ‘Aisyiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pendidikan bermutu di Indonesia. ‘Aisyiyah memiliki 23 ribu TK, jumlah terbesar yang dimiliki ormas, melampaui TK pemerintah.

“Wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan sejak taman kanak-kanak itu menisayakan peran penting dan terutama juga dukungan dari masyarakat, khususnya ‘Aisyiyah yang selama ini memiliki gerakan luar biasa, khususnya melalui pendidikan anak usia dini. Saya mendapat informasi bahwa jumlah TK ‘Aisyiyah mencapai 23 ribu, dan ini menjadi angka terbesar yang dimiliki oleh ormas. Bahkan jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan TK yang diselenggarakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah Pendidikan Bermutu untuk Semua, mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, terutama bagi anak-anak di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T). Menteri menekankan pentingnya program ‘Satu Desa, Satu TK’ untuk meningkatkan pendidikan sejak dini.

“Masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan hak pendidikan. Baik karena keadaan ekonomi, domisili, atau faktor-faktor lain. Kami berharap ‘Aisyiyah dapat terus menjadi mitra strategis kami dalam mendukung pemenuhan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang dimulai dari taman kanak-kanak,” sebut Abdul.

Abdul menyoroti pentingnya pendidikan inklusif dan karakter anak. Bersama ‘Aisyiyah, mereka berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua anak. Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.

Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi SMK Muhammadiyah yang menjadi contoh pengembangan pendidikan vokasi. Dia menekankan perlunya sertifikasi dan pelatihan bagi lulusan SMK agar dapat bekerja sesuai kompetensi.

Abdul Mu’ti berharap sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan ‘Aisyiyah semakin kuat melalui Tanwir I ‘Aisyiyah dengan tema Dinamisasi Perempuan Berkemajuan untuk Mewujudkan Indonesia Berkeadilan.(fhm)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru