RENTAK.ID – Inilah sebuah kisah tentang komitmen tanpa henti PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), sebagai bagian dari keluarga besar KAI (Persero), dalam mendukung penghijauan demi masa depan bumi yang lebih baik. Gerakan satu juta pohon bukan hanya sekadar program, tetapi nyata sebagai langkah konkret untuk mengembalikan kelestarian lingkungan.
Diluncurkan awal tahun 1993 oleh Presiden Soeharto, Gerakan Satu Juta Pohon bertujuan mulia: menghijaukan setiap sudut Indonesia dengan menanam satu juta pohon di setiap provinsi. Tujuan dari program ini tidak hanya untuk mengatasi dampak pemanasan global, tetapi juga untuk melestarikan lingkungan hidup bagi generasi masa depan.
KAI Wisata turut serta dalam Gerakan Satu Juta Pohon dengan menanam pohon-pohon berharga di dua lokasi strategis: kantor pusat KAI Wisata di Stasiun Gondangdia, Jakarta, dan Stasiun Tuntang, Jawa Tengah. Berbagai jenis bibit tanaman, mulai dari Lohansung, Mangga Thailand, Duren, Ketapang Kencana, hingga Tabebuya, ditanam dengan penuh harap dan kepedulian.
“Dukungan KAI Wisata terhadap Gerakan Satu Juta Pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta menjaga keanekaragaman hayati di bumi,” ungkap dengan penuh semangat Direktur Operasi KAI Wisata, Wawan Ariyanto.
Melangkah ke depan, KAI Wisata akan terus memberikan dukungan tak kenal lelah terhadap penghijauan bumi melalui Gerakan Satu Juta Pohon, dengan menggelar Corporate Social Responsibility (CSR) Penghijauan serta kegiatan penanaman pohon tahunan. Harapan besar mereka adalah masyarakat semakin sadar akan perlunya menjaga lingkungan untuk kebaikan bersama.
KAI Wisata berambisi bahwa kesinambungan Gerakan Satu Juta Pohon ini akan membawa manfaat besar bagi dunia, seperti menurunkan emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara, menghijaukan lingkungan, memperkaya keanekaragaman hayati, serta menyadarkan masyarakat akan esensi menjaga lingkungan. (Fhm)






