RENTAK.ID, YOGYAKARTA – Wisatawan lokal memadati Yogyakarta selama liburan panjang sejak 22 Desember 2023 sampai tahun baru 2024 mengakibatkan hotel penuh dan tarif hotel yang melonjak tinggi.
Meskipun ada penginapan alternatif seperti home stay, banyak wisatawan yang kesulitan mencari penginapan yang layak dan terjangkau. Alibatnya, dampak positif dan negatif wisatawan lokal yang memadati kota Yogyakarta, serta memberikan saran untuk pengusaha penginapan agar memberikan fasilitas yang memadai bagi wisatawan.
Hal ini berdampak pada penuhnya hotel di kota tersebut, hingga beberapa hotel menaikkan tarifnya dengan jumlah yang gila-gilaan. Tadinya hotel dengan tarif Rp. 500 ribuan bisa melonjak menjadi Rp. 1 juta atau bahkan lebih tinggi.
Namun, tidak semua wisatawan memiliki dana yang cukup untuk menginap di hotel bintang lima dengan harga fantastis tersebut. Oleh karena itu, kawasan home stay di kawasan Prawiro Taman atau sekitar Malioboro serta tempat lainnya menjadi populer karena tarifnya yang terjangkau. Namun, meskipun home stay memang terkenal ramah dengan kantong wisatawan, banyak juga wisatawan yang kesulitan mendapatkan penginapan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Apalagj harhanya melambung.
Tidak hanya hotel dan home stay, wisma dan penginapan di kawasan Depok, Sleman juga didatangi wisatawan lokal yang mencari tempat beristirahat. Bahkan kosan yang biasanya Rp.50 ribu per malam bisa menjadi Rp.300 ribu Meskipun beberapa wisma memberikan fasilitas yang cukup memadai, tetap banyak wisatawan yang tidak mendapatkan penginapan yang layak bersama keluarga mereka.
Perlu dicatat bahwa naiknya tarif hotel dan penginapan di kelas atas bukanlah suatu hal yang mengejutkan, mengingat kenaikan harga bahan bakar dan biaya operasional. Namun, kebutuhan akan penginapan yang nyaman dan sesuai dengan anggaran wisatawan harus tetap diakomodasi dengan baik. Sangat penting bagi pengusaha hotel, wisma, dan home stay untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi wisatawan, terutama di saat-saat lonjakan kunjungan wisatawan seperti ini.
Semua orang berharap bisnis penginapan dapat terus tumbuh dan berkembang seiring dengan berkembangnya pariwisata, tetapi sebagai konsekuensinya pengusaha harus memastikan bahwa penginapan yang mereka sediakan tidak hanya terjangkau, tetapi juga nyaman dan memadai bagi setiap wisatawan yang datang. Hal ini akan membuat wisatawan lokal maupun mancanegara merasa nyaman dan kembali untuk berkunjung lagi ke Yogyakarta di masa depan.






