Tabrakan KA Bandung Raya dan Commuter Line: Kisah Duka, Potret Kehidupan Masinis Julian Dwi Setiyono

- Penulis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Julian Dwi Setiyono bersama lokomotif Foto: instagram.com/zuliands

Julian Dwi Setiyono bersama lokomotif Foto: instagram.com/zuliands

RENTAK.ID – Indonesia kembali dirundung duka dengan insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka. Kabar mengenai tabrakan KA Bandung Raya dan KA Commuterline Bandung Raya yang menewaskan tiga orang penumpang, salah satunya masinis bernama Julian Dwi Setiyono, menyedot perhatian masyarakat luas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Insiden ini menandai kehilangan salah satu dari sedikit sosok masinis pemberani dan pekerja keras, Julian Dwi Setiyono. Kronologis kejadian menunjukkan kecelakaan terjadi akibat KA Bandung Raya yang tidak menghentikan laju meskipun telah diberi aba-aba untuk menunggu KA Commuterline Bandung Raya yang sedang bersilang di jalur yang sama.

Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan berat pada bagian depan kereta dan tiga penumpang meninggal dunia, termasuk masinis yang telah meyakinkan keluarga dan rekan-rekannya bahwa ia akan selalu menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.

Julian Dwi Setiyono bersama istri Foto: instagram.com/zuliands

Julian Dwi Setiyono dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai masinis. Sebelum menjadi pegawai PT KAI, ia menempuh pendidikan Diksarwira terlebih dahulu. Namun, perjalanan terakhir Julian dengan KA Bandung Raya menjadi yang terakhir dalam hidupnya.

Kehilangan Julian Dwi Setiyono menjadi duka yang dalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Ia meninggalkan istri dan anak perempuan, yang tentunya merasa kehilangan yang sangat besar. Lewat media sosial, kita bisa melihat bahwa Julian Dwi Setiyono juga dikenal sebagai seorang family man yang selalu membagikan momen kebersamaannya dengan keluarga kecilnya. Tidak hanya itu, dalam akun Instagramnya, Julian Dwi Setiyono tampak sangat mencintai profesinya sebagai masinis. Ia kerap berpose dengan kereta api dan menuliskan caption “Big Baby”. Hal ini menunjukkan betapa besar cinta Julian terhadap pekerjaannya.

Sangat disayangkan bahwa perjalanan Julian Dwi Setiyono dengan kereta api harus berakhir dengan tragis dan merenggut kehidupannya. Namun, kejadian ini memberikan kita pelajaran berharga untuk selalu menghargai setiap momen yang kita habiskan bersama orang-orang yang kita sayangi. Insiden ini juga menusuk hati masyarakat, terutama keluarga dan rekan-rekan Julian Dwi Setiyono, dan menunjukkan betapa pentingnya menghormati dan memelihara keselamatan dalam protokol operasi KA. Semoga keluarga Julian Dwi Setiyono, dan para korban lainnya yang meninggal dalam kecelakaan ini, mendapatkan kekuatan dan kesabaran serta mendapat tempat di sisi-Nya, serta semoga PT KAI menjadi lebih baik dalam mengatur kedepannya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru