JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Sukamta, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato HUT ke-80 Republik Indonesia.
Presiden menekankan pentingnya percepatan modernisasi militer berbasis teknologi dan penguatan pertahanan siber sebagai langkah strategis menghadapi ancaman global.
Menurut Sukamta, yang juga Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fraksi PKS DPR RI, langkah Presiden Prabowo sangat tepat melihat eskalasi ancaman di kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.
“Indonesia harus segera memperkuat daya tangkal nasional melalui pertahanan siber yang terintegrasi dengan sistem pertahanan modern. Tantangan di era multipolar bukan hanya serangan konvensional, tetapi juga ancaman di ruang cyber yang dapat melemahkan kedaulatan bangsa,” tegas anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Yogyakarta ini, Rabu (20/8/2025).
Doktor lulusan Inggris itu juga menilai, diplomasi pertahanan Indonesia harus diperkuat melalui kerja sama regional dan internasional yang cerdas, dengan tetap mengutamakan kemandirian nasional.
Ia mendorong pemerintah segera menyusun Grand Design Pertahanan 2045 yang mencakup empat dimensi utama: pangan, energi, cyber, dan maritim.
Selain itu, Sukamta menekankan pentingnya memperluas pengembangan industri pertahanan nasional melalui kemitraan dengan negara-negara strategis seperti Korea Selatan, Turki, hingga sejumlah negara Eropa.
“Dengan pondasi pertahanan yang kuat dan adaptif terhadap dinamika global, Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan, tetapi juga berperan aktif sebagai penyeimbang dalam percaturan geopolitik Indo-Pasifik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukamta mengusulkan pembentukan Cyber Command TNI sebagai garda utama pertahanan siber. Ia juga menilai perlu adanya Komando Pertahanan Pangan Nasional untuk menjamin kedaulatan di sektor vital lainnya.
“Jika langkah ini segera dijalankan, Indonesia akan lebih siap menghadapi ancaman masa depan sekaligus memperkuat posisinya di kawasan,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






