SMK Go Global Diperkuat KUR Pekerja Migran, Wamen P2MI: Lulusan Harus Aman dan Terlindungi

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen P2MI Christina Aryani bebekan Program SMK Go Global (dok. KemenP2MI)

Wamen P2MI Christina Aryani bebekan Program SMK Go Global (dok. KemenP2MI)

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menegaskan bahwa Program SMK Go Global dirancang bukan sekadar memberikan pelatihan, melainkan memastikan lulusan sekolah menengah kejuruan benar-benar siap bekerja di luar negeri secara aman, terampil, dan terlindungi.

Menurut Christina, orientasi utama program ini adalah penempatan kerja internasional, sehingga membutuhkan kesiapan menyeluruh, termasuk skema pembiayaan bagi peserta yang juga merupakan calon pekerja migran Indonesia.

“Output dari SMK Go Global adalah penempatan kerja di luar negeri. Karena itu, tentu ada biaya penempatan yang harus dipenuhi. Kami menyiapkannya melalui skema KUR Pekerja Migran,” ujar Christina usai menjadi keynote speaker dalam Indonesia Economic Summit (IES), Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, KUR Pekerja Migran akan diluncurkan secara serentak pada Maret 2026 di seluruh Indonesia dengan melibatkan 17 bank penyalur. Total plafon pembiayaan yang disiapkan mencapai Rp331 miliar.

“Masing-masing bank siap menyalurkan KUR Pekerja Migran hingga Rp100 juta per orang, dengan bunga hanya 6 persen per tahun yang disubsidi pemerintah. Skema ini tanpa agunan, namun kontrak kerja menjadi syarat utama,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Christina berharap, kehadiran KUR Pekerja Migran dapat menghilangkan kendala pembiayaan yang selama ini dihadapi lulusan SMK yang telah mengikuti pelatihan dan ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural.

Terkait negara tujuan penempatan, ia menyebut peluang kerja terbuka luas di berbagai kawasan, mulai dari Malaysia, negara-negara Timur Tengah, Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa Timur.

Bahkan, Turki disebut sebagai salah satu pasar potensial dengan kebutuhan hingga 40 ribu pekerja pada tahun ini, terutama di sektor hospitality.

“Di banyak negara, kebutuhan caregiver dan welder sangat tinggi, sementara tenaga lokal mereka terbatas. Ini peluang besar bagi Indonesia karena kita punya keunggulan. Sekarang juga semakin banyak sekolah vokasi yang membuka pelatihan pengelasan,” jelasnya.

Menyoal target Program SMK Go Global yang menyasar 500 ribu peserta, terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu dari masyarakat umum, Christina menekankan bahwa target tersebut bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan kesiapan peserta.

“Pelatihan bahasa bisa memakan waktu 3 sampai 6 bulan, begitu juga pelatihan keterampilan seperti welder. Karena itu, kami mengombinasikan peserta yang sudah siap dengan yang masih perlu pelatihan tambahan. Program ini harus fleksibel dan adaptif,” katanya.

Sebagai gambaran, Christina menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba penempatan 200 pekerja terampil ke Korea Selatan pada akhir 2025. Selain itu, sebanyak 21 ribu pekerja migran telah diberangkatkan melalui skema reguler sepanjang Januari hingga Februari 2026.

“Untuk SMK Go Global, kami masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Begitu proses itu rampung, program ini siap dijalankan,” pungkas Christina Aryani.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB